Suara.com - Awas, Sembarangan Pindahkan Korban Kecelakaan Bisa Bikin Komplikasi
Korban kecelakaan, baik itu kecelakaan kerja, kecelakaan bermotor, maupun kecelakaan di jalan raya, tidak boleh dipindahkan sembarangan.
dr Dwi Purnomo, Sp.OT(K) dari Siloam Hospital Simatupang mengatakan sebaiknya korban kecelakaan tidak dipindahkan tanpa bantuan petugas medis atau orang yang pernah mendapat pelatihan gawat darurat. Sebabnya, memindahkan korban kecelakaan sembarangan bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan memperburuk kondisinya.
"Jangan dipindahkan atau mengubah, menggeser posisi korban kecelakaan sembarangan. Boleh dipindahkan atau diubah posisinya jika ada bahaya lain, misalnya ada api, nah itu mau nggak mau harus dievakuasi," tutur dr Dwi, dalam seminar di Siloam Hospital Simatupang, Rabu (20/3/2019).
Hal senada juga dikatakan oleh dr Ferry Sanjaya, SpBS, juga dari Siloam Hospital Simatupang. Dikatakan dr Ferry, risiko patah tulang hingga cedera kepala yang dialami korban kecelakaan bisa lebih parah jika dipindahkan sembarangan.
Itu sebabnya, menolong korban kecelakaan juga harus melihat keadaan sekitar. Jika pasien dalam kondisi sadar, dan jauh dari bahaya, baiknya penolong menemani hingga datang petugas medik untuk memberi bantuan.
"Yang harus dilihat itu, apakah pasien bernapas, apakah napasnya terganggu, dan denyut nadi masih ada atau tidak. Misalnya juga ada muntah di sekitarnya, itu boleh dimiringin sedikit supaya tidak tersedak," tutur dr Ferry.
Lalu, bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan? Dikatakan dr Dwi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Baca Juga: Memohon ke Jokowi, Emak-emak: Kami Bayar ke First Travel Bukan dari Korupsi
1. Setelah memastikan pasien dalam kondisi sadar dan jalur napas tidak terganggu, perhatikan pula apakah pasien berada dalam kondisi syok atau tidak.
2. Jika pasien mengalami pendarahan, kesulitan bernapasn, luka bakar, atau syok, segera panggil petugas medis.
3. Jangan memberikan cairan apapun kepada korban kecelakaan yang sedang dalam kondisi tidak sadar atau pingsang. Memberikan cairan bisa berbahaya, karena cairan tersebut bisa masuk ke saluran napas, dan membuat korban kecelakaan tersedak.
4. Hindari pemberian alkohol pada luka yang dialami korban kecelakaan. Cukup dibilas dengan air bersih dan ditutup dengan kain kasa atau plester.
5. Jika terjadi pendarahan, tekan dengan keras dibagian yang berdarah untuk menutup luka. Pendarahan yang banyak dan lama bisa menandakan pembuluh darah yang terputus.
6. Jika korban kecelakaan mengalami patah tulang, jangan dipindahkan tanpa bantuan petugas medis.
Berita Terkait
-
Donorkan Ginjal untuk sang Suami, Gabriela: Anak-anak Membutuhkanmu
-
Anthony Martial Tiba-tiba Mundur dari Timnas Prancis, Ini Alasannya
-
Istri WNI Korban Penembakan Selandia Baru Ceritakan Suami dan Anaknya
-
Obesitas Hingga Cedera, Perempuan Salahkan Suaminya yang Jago Masak
-
Amputasi Mr P, Kenali Periode Emas untuk Cegah Komplikasi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi