Suara.com - Amputasi Mr P, Kenali Periode Emas untuk Cegah Komplikasi
Amputasi penis adalah tindakan pemotongan penis secara menyeluruh atau sebagian yang dipicu oleh berbagai hal seperti cedera atau penyakit tertentu. Tentu saja penis yang diamputasi harus mendapatkan penanganan khusus agar organ seksual tersebut dapat diselamatkan.
Dalam kegiatan bertema 'Penatalaksanaan kasus Emergensi Urologi' bagi para dokter umum, dr. Jupiter Sibarani Sp.U dari Siloam Hospitals Purwakarta mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menyimpan potongan organ lalu mencucinya dengan NaCl. Kemudian potongan penis yang sudah dicuci ditempatkan dalam kantong plastik segel untuk disimpan dalam wadah bersuhu dingin yang berisi es batu.
"Dan biasanya golden periode terjadi sekitar enam hingga 10 jam. Jika kita menyimpannya dengan benar maka tindakan rekonstruksi organ tersebut dapat dilakukan," ujar dokter spesialis Urologi Siloam Hospitals Purwakarta dr. Jupiter Sibarani dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Selasa (12/3/2019).
Irwan Gandana, Direktur Siloam Hospitals Purwakarta mengatakan edukasi seputar kondisi emergensi urologi yang meliputi organ ginjal, saluran kemih, prostat, kandung kemih dan alat kelamin bagi para dokter umum diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter umum dalam penanganan awal pada pasien.
"Harapannya para dokter umum dapat mengetahui bagaimana penatalaksanaan awal dari kasus kegawat daruratan urologi sebelum nanti dirujuk ke dokter urologi di RS," ujar Irwan.
Dalam seminar tersebut dibahas pula mengenai penanganan batu ginjal tanpa pembedahan yaitu dengan ESWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy. ESWL merupakan prosedur non-invasif, di mana tidak diperlukan adanya pembedahan untuk penanganan batu ginjal.
"Prosedur ini banyak digunakan dan bersifat relatif lebih aman. Efek pemecahan batu memberikan hasil yang efektif pada 80-85 persen kasus," imbuh dr. Safendra Siregar Sp.U.
Ia menambahkan, ESWL bekerja melalui transmisi gelombang ultrasonik untuk menghancurkan batu melalui jaringan dan cairan tubuh, sehingga batu menjadi fragmen-fragmen batu yang lebih kecil dan dapat keluar secara spontan melalui kencing.
Baca Juga: Bukan Mengusir, Prabowo Minta Aparat Minta Maaf ke Rakyat yang Dikasari
"Prosedur ini memerlukan waktu yang cukup singkat sekitar 30-60 menit, dan di Siloam Hospitals Purwakarta sudah menerima pasien BPJS Kesehatan untuk tindakan ESWL ini," imbuh dia.
Prosedur ESWL, sambungnya, memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan prosedur lain dalam penanganan kasus batu ginjal. Antara lain, tidak memerlukan pembedahan atau pemasukan alat ke dalam tubuh, rasa nyeri yang minimal, bahkan tidak memerlukan pembiusan.
"Selain itu, perawatannya singkat, bahkan tidak perlu rawat inap. Tindakan dapat diulang pada kasus batu residif dan dapat digunakan pada semua usia," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien