Suara.com - Tak menyadari pancake yang dimakannya terbuat dari tepung yang penuh tungau debu, seorang wanita mengalami syok anafilaksis.
Ketika memasak pancake untuk keluarganya, wanita itu mengalami pilek dan bersin karena penyebaran aerosol alergen tungau.
Setelah baru memakan beberapa gigitan pancake okonomiyaki Jepang, wanita 43 tahun itu mulai mengap-mengap, dipenuhi ruam, dan kesulitan bernapas. Reaksi alerginya juga mulai mengalami peningkatan hingga ia merasakan sakit perut dan diare.
Sementara itu, saudara-saudaranya, yang juga memakan pancake tersebut, tetap baik-baik saja. Ia pun dilarikan ke rumah sakit.
Wanita yang tak disebutkan namanya itu, dikutip HiMedik.com dari Daily Mail, Jumat (22/3/2019), memberi tahu dokter bahwa dia baru saja membuat pancake dari tepung yang disimpan dalam kantong terbuka selama setahun di tempat penyimpanan di bawah lantai.
Setelah dia memberikan sampel tepung, para ilmuwan menemukan hingga 4.500 tungau debu Dermatophagoides farinae per gram. Mereka juga menemukan 11 dari spesies tungau mikroskopis Chelacaropsis moorei per gram tepung.
Tes alergi kemudian mengungkapkan bahwa wanita itu memiliki alergi tungau debu, tetapi tidak alergi terhadap bahan-bahan pancake lainnya, seperti telur, ubi, babi, udang, dan cumi-cumi.
Pasien tersebut melalui masa pemulihan dengan cepat setelah diberi steroid oral dan IV serta antihistamin. Insiden ini kemudian ditulis dalam BMJ Case Reports oleh Dr Katsunori Masaki, yang merawat pasien.
Baca Juga: Ternyata Belajar Matematika Baik bagi Kesehatan, Ini Manfaatnya Lho
Berita Terkait
-
Glenn Alinskie Alami Alergi yang Susah Sembuh, Ini Kata Chelsea Olivia
-
Balita Nyaris Tewas Setelah Makan Cokelat Rahasia Milik Ibunya, Kok Bisa?
-
Usai Minum Es Krim saat Liburan, Gadis Kecil Meninggal
-
Alergi Parah, Gadis 9 Tahun Meninggal Setelah Makan Es Krim
-
Jika Cemas, Lelaki di Korea Ini Telan Batu Kerikil Sampai Koin
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker