Suara.com - Seorang anak berusia 9 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat alergi parah seusai makan es krim di Costa del Sol.
Gadis tersebut awalnya dilarikan ke rumah sakit Materno Infantil Malaga pada Sabtu setelah mengalami syok anafilaksis disertai dengan reaksi alergi.
Ia yang saat itu sedang berlibur bersama keluarganya di sebuah hotel dekat Fuengirola dilaporkan alergi terhadap susu dan kacang-kacangan.
HiMedik Melansir dari mirror, seorang juru bicara rumah sakit mengatakan, seorang gadis berusia sembilan tahun meninggal di rumah sakit pada Senin sore.
Dia diterima pada Sabtu malam dengan syok anafilaksis. Dia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Materno Infantil di Malaga sekitar tengah malam pada hari yang sama," ungkapnya.
Seorang juru bicara untuk pusat koordinasi tanggap darurat regional mengonfirmasi alarm dinyalakan di sebuah hotel di daerah Mijas di Costa del Sol tepat setelah pukul 21.00 pada hari Sabtu.
Dia berkata, "Kami menerima telepon pada jam sembilan lewat sembilan menit pada Sabtu malam dari sebuah hotel di Mijas. Mereka mengatakan ada seorang gadis yang tidak bisa bernapas.
'Pasien itu, seorang gadis berusia sembilan tahun dibawa ke Rumah Sakit Costa del Sol."
Keluarga itu menginap di sebuah resor liburan kelas atas bernama Club La Costa World di Mijas yang dijalankan oleh CLC World Resorts & Hotels.
Baca Juga: Ngeri, 5 Idol K-Pop Ini Punya Alergi yang Membahayakan
Resor mengonfirmasi dalam pernyataan bahwa gadis itu jatuh sakit setelah makan es krim di tempat lain.
"CLC World Resorts & Hotels ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga setelah kehilangan putri mereka pada 18 Februari 2019.
'Setelah makan es krim di pusat perbelanjaan setempat, gadis itu mengalami reaksi alergi parah.
'CLC World Resorts & Hotels ingin mengucapkan terima kasih kepada staf dan layanan darurat untuk tanggapan mereka yang cepat dan tepat dan dukungan berkelanjutan untuk keluarga pada saat yang sulit ini.
Anak yang tidak disebutkan namanya itu dikatakan telah dilarikan lebih dulu ke Rumah Sakit Costa del Sol dekat Marbella sebelum dipindahkan ke rumah sakit di Malaga dalam 'kondisi kritis' ketika kondisinya memburuk.
Otopsi dilakukan di Institute of Forensic Medicine Malaga pada Selasa pagi.
Berita Terkait
-
Libido Lelaki Rendah, Tingkatkan dengan Es Krim Vanila
-
Alergi Kacang, Gadis Ini Hampir Meninggal Setelah Pakai Lip Balm
-
Nggak Terima, Bocah Ini Nekat Ngajak Berantem Penjual Es Krim Turki
-
Es Krim Gelato di Restoran Italia Ini Selalu Bikin Kangen Bali
-
Studi: 1 dari 12 Anak Kemungkinan Memiliki Alergi Makanan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026