Suara.com - Sebuah studi baru tentang efek vitamin D menemukan bahwa terlalu kelebihan vitamin D dapat menyebabkan gerak refleks yang melambat dan meningkatkan risiko jatuh pada lansia.
Vitamin D punya peran yang sangat vital di dalam tubuh manusia. Tanpa vitamin D, tubuh tidak dapat menyerap kalsium yang merupakan komponen utama tulang. Vitamin D juga dapat melindungi dari kanker dan diabetes.
Tubuh mensintesis vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari, sehingga jumlah vitamin D yang diproduksi kulit tergantung pada beberapa faktor, termasuk tempat tinggal, musim, dan pigmentasi kulit. Pada orang yang jarang terpapar cahaya matahari, produksi vitamin D dapat menurun atau sama sekali tidak ada.
Pada orang lanjut usia, mereka lebih sulit untuk menyerap vitamin D karena mungkin tidak mendapatkan paparan sinar matahari secara teratur. Dalam hal ini, mengonsumsi suplemen vitamin atau multivitamin yang mengandung vitamin D dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan meningkatkan daya ingat.
Hasil studi mengaitkan kekurangan vitamin D dengan kondisi seperti demensia, depresi, diabetes, autisme, dan skizofrenia. Itu sebabnya, seiring bertambahnya usia, sangat penting untuk memastikan tubuh mendapatkan jumlah vitamin D yang tepat.
Menurut National Institutes of Health (NIH), jumlah vitamin D harian yang disarankan adalah 400 IU untuk bayi 0–12 bulan, 600 IU untuk anak-anak dan dewasa, serta 800 IU untuk lansia.
Meski begitu, patut diperhatikan agar asupan vitamin D ini tidak berlebihan. Kelebihan vitamin D juga dapat menimbulkan risiko. Sebuah studi yang dipimpin oleh Rutgers University menemukan bahwa perempuan lansia obesitas yang mengonsumsi lebih dari tiga kali dosis vitamin D harian yang direkomendasikan memiliki gerak refleks yang lebih lambat. Dan gerak refleks yang melambat akan meningkatkan risiko terjatuh pada lansia.
Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa 1 dari 4 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas akan mengalami jatuh setiap tahunnya. Dan baru-baru ini, para ilmuwan di Universitas Rutgers, New Brunswick, juga melakukan penelitian yang mengamati faktor risiko jatuh. Mereka menerbitkan hasilnya di The Journals of Gerontology: Series A.
Mereka menganalisis efek vitamin D pada tiga kelompok perempuan berusia 50-70 dalam uji coba terkontrol secara acak.
Baca Juga: 3 Negara Bahas Siapa yang Bertanggung Jawab Atas Jatuhnya Pesawat MH17
Kelompok pertama mengambil dosis harian vitamin D yang disarankan, yaitu 600 IU. Kelompok kedua mengambil dosis 2.000 IU, dan yang ketiga mengambil dosis 4.000 IU.
Hasilnya menunjukkan peningkatan dalam memori dan pembelajaran pada kelompok yang mengambil dosis harian lebih banyak. Namun, kelompok tersebut juga mengalami perlambatan dalam gerak refleks.
"Gerak refleks yang lebih lambat mungkin berdampak pada risiko kesehatan lainnya, seperti berpotensi meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang," kata peneliti senior Sue Shapses seperti dikutip dari Medical News Today.
Menurut para ilmuwan, mengonsumsi 4.000 IU vitamin D per hari mungkin tidak menjadi masalah bagi kaum muda, tetapi itu bisa membahayakan kemampuan orang dewasa yang lebih tua untuk berjalan atau menyeimbangkan diri untuk menghindari jatuh.
Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah gerak refleks yang lebih lambat terkait dengan peningkatan risiko jatuh dan cedera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak