Suara.com - Singapura telah meluncurkan anggaran untuk pemerintahannya periode 2019. Dalam anggarannya, pemerintah Singapura memasukan anggaran untuk lansia sebesar 6,1 miliar dolar Singapura atau setara Rp 64,05 triliun (1 dolar Singapura = Rp 10.500).
Anggaran tersebut dikhususkan untuk generasi merdeka. Generasi yang disebut Merdeka, atau "kemerdekaan" mengacu pada mereka yang lahir pada 1950-an, dekat akhir kekuasaan kolonial Inggris.
Anggaran ini dimasukan juga karena Singapura memiliki populasi penuaan tercepat kedua di dunia setelah Korea Selatan, dan seiring meningkatnya tekanan pada lebih banyak lansia untuk tetap bekerja di luar usia pensiun.
"Paket Generasi Merdeka adalah tanda terima kasih bangsa kami atas kontribusi mereka dan cara untuk menunjukan perhatian kepada mereka di tahun-tahun perak mereka," kata Menteri Keuangan Singapura, Heng Swee Keat seperti dilansir Reuters, Selasa (19/2/2019).
Selain itu, Heng juga mengumumkan paket bonus 1,1 miliar dolar Singapura untuk semua warga Singapura.
Bonus itu mencakup voucher, bonus tunai untuk pekerja berpenghasilan rendah dan potongan pajak penghasilan untuk masyarakat kelas menengah.
Padahal, ekonomi Singapura pada 2018 tercatat mengalami perlambatan. Bahkan laju ekonominya pada kuartal IV tercatat yang paling lambat selama dua tahun terakhir.
Dengan pembagian tersebut, diperkirakan keuangan pemerintah Singapura untuk tahun fiskal 2019 yang dimulai 1 April berubah menjadi defisit sebesar 3,5 miliar dolar Singapura, setelah sebelumnya surplus 2,1 miliar dolar Singapura untuk tahun fiskal 2018.
Baca Juga: Enam Orang Tewas Banjir di Gowa, Ada Balita dan Lansia Kesetrum
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital
-
Regulasi Baru Disebut Bisa Pukul Kesejahteraan Petani Tembakau
-
Awas! Praktik Jual-Beli Rekening Bisa Dijerat Hukum Penjara
-
Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN
-
Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja
-
WSKT Rampungkan Proyek Rumah Sakit di Kalbar
-
Bank Saqu Gaet Komunitas Lari Bidik Nasabah Secara Organik
-
Daftar Proyek-proyek yang Akan Dijalankan Danantara