Suara.com - Hampir semua orang ingin melihat indahnya dunia, termasuk para tuna netra. Namun, tidak begitu halnya dengan Jewel Shuping. Wanita ini malah sengaja merusak matanya agar bisa jadi orang buta sungguhan.
Seperti yang dilaporkan Barcroft, Jewel sebenarnya dilahirkan sebagai anak yang normal dan sempurna. Dia bahkan dikaruniai mata yang indah.
Namun hal tak beres mulai terlihat sejak dia kecil. Jewel sangat terobsesi jadi orang buta dan selalu bersikap seolah-olah tidak bisa melihat.
''Saat berumur sekitar 3 atau 4 tahun, ibuku menemukanku sedang berjalan di sebuah lorong pada malam hari,'' ujar dia.
Tak cuma sekali. Seiring berjalannya waktu, Jewel semakin bersikap aneh dan justru merasa nyaman jika dia menutup mata dan beraktivitas dalam gelap.
Menginjak remaja, Jewel memakai kacamata hitam tebal supaya mirip orang buta. Pada umur 18 tahun, dia mulai menggunakan tongkat. Saat berumur 20 tahun, dia sudah mahir membaca huruf braille.
Ternyata Jewel didiagnosis Body Integrity Identity Disorder (BIID), suatu kondisi psikologis di mana orang-orang yang sehat percaya bahwa mereka justru seharusnya tidak sempurna.
Kondisi ini semakin parah ketika Jewel nekat merusak matanya sendiri dengan sengaja meneteskan cairan pembersih saluran air agar buta sungguhan.
Saat melakukannya, dia tidak sendiri. Ada seorang psikolog yang 'membantunya' jadi buta. Tidak dijelaskan apakah psikolog itu dituntut atau tidak, tapi aksi nekat itu benar-benar berbuntut kebutaan. Tim dokter pun tidak bisa menyelamatkan pengelihatannya.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Mekanik Tuna Netra Sukses Buka Bengkel Motor Sendiri
Jewel kini berbagi kisahnya agar kesadaran masyarakat tentang BIID lebih meningkat. Dia berharap orang-orang dengan kondisi tersebut bisa ditangani secara medis.
Berita Terkait
-
Viral Tuna Netra Berkendara di Jalan Raya
-
Lebih dari Sekadar Kacamata: Kisah Harapan Anak Tunanetra yang Terwujud di Bulan Ramadan
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian