- Seorang perempuan tunanetra jatuh ke selokan besar di PLN Bulungan, Jakarta Selatan, pada Senin (12/1/2026).
- Korban mengalami insiden karena petugas Transjakarta Cares hanya memberi instruksi lisan tanpa pendampingan fisik.
- Manajemen Transjakarta menyesal dan menyatakan sedang melakukan evaluasi internal untuk pembenahan layanan.
Suara.com - Sebuah video memilukan mendadak viral di jagat media sosial Instagram pada Senin (12/1/2026).Rekaman tersebut memperlihatkan seorang perempuan tunanetra yang harus menelan pil pahit setelah mengalami kecelakaan kecil usai menggunakan layanan Transjakarta Cares.
Insiden nahas itu dilaporkan terjadi di kawasan PLN Bulungan, Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan dalam video tersebut, korban terperosok ke dalam selokan besar yang menganga di pinggir jalan.
Peristiwa ini diduga bermula dari minimnya rasa kepedulian serta bantuan dari petugas layanan transportasi khusus milik Transjakarta itu.
Padahal, perempuan penyandang disabilitas tersebut dikabarkan sudah meminta bantuan agar diantarkan hingga ke pintu tujuan dengan saksama.
Namun, petugas yang bersangkutan hanya memberikan instruksi lisan agar korban berjalan lurus mengikuti jalan tanpa pendampingan fisik.
Tanpa bantuan dan terbatasnya indra penglihatan, korban akhirnya jatuh ke dalam parit yang menyebabkan pakaian serta tasnya berlumuran lumpur.
Unggahan ini pun lantas memicu kecaman warganet dan dimaksudkan sebagai teguran keras agar petugas layanan publik lebih peduli terhadap penyandang disabilitas.
Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak manajemen Transjakarta akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat, Tjahyadi DPM.
Baca Juga: Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
"Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan. Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan," ujarnya lewat keterangan tertulis.
Tjahyadi juga menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pembenahan secara menyeluruh atas insiden yang mencederai standar pelayanan tersebut.
"Saat ini kami melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
-
Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor
-
Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka
-
Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat
-
Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM