Suara.com - Lantunan Asmaul Husna mengalir lembut dari seorang perempuan bertongkat. Suaranya hangat dan menenangkan para penerima manfaat yang tengah menjalani rehabilitasi sosial milik Kementerian Sosial RI di Sentra Phalamartha Sukabumi, Jawa Barat.
Perempuan itu bernama Luthfi Fitriani atau akrab dipanggil Epi. Sosok hafidzah atau penghafal Alquran ini tak hanya menonjol dari lantunan suaranya, tapi membuktikan pula bahwa seorang penyandang tuna netra bisa memimpin bimbingan spiritual mental.
Meskipun tidak melihat wajah-wajah di hadapannya, tetapi ia mengenali mereka melalui suara, intonasi, dan jeda napas. Dari sanalah ia membaca kegelisahan, harapan, sekaligus perkembangan yang perlahan tumbuh.
Dedikasi Epi dimulai sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang kini menjabat sebagai penyuluh sosial ahli pertama. Sejak 2015, ia mengabdikan diri di Sentra Phalamartha.
“Saya tidak bisa melihat sejak lahir karena ada gangguan pada syaraf mata,” kata Epi perlahan.
Dalam kesehariannya, Epi mendampingi penerima manfaat residensial. Pendampingan dilakukan melalui terapi mental spiritual secara klasikal di kelas, konseling individu maupun kelompok, serta penguatan motivasi sesuai kebutuhan masing-masing. Ia juga menjadi pendamping langsung bagi lima penerima manfaat yang berada dalam ampuannya.
“Di sini saya melatih penerima manfaat untuk menghafal Alquran dan melantunkan salawat. Selain itu juga memberikan arahan dan motivasi kepada 5 penerima manfaat yang menjadi ampuan saya,” kata Epi.
Setiap Selasa pagi, dari pukul 08.00 hingga 09.00, Epi mengajar secara berkelompok. Di luar jadwal tersebut, bimbingan membaca Alquran kerap dilakukan secara privat. Materi disesuaikan dengan kemampuan penerima manfaat, mulai dari mengenal huruf hijaiyah, membaca dengan benar sesuai tahsin dan tajwid, hingga mengenal seni bacaan Alquran seperti murotal dan qiraah. Bagi yang sudah siap, Epi mendorong mereka menghafal surat-surat pendek serta melantunkan salawat dan lagu-lagu religi.
Bagi Epi, setiap penerima manfaat menyimpan potensi yang tidak boleh dibiarkan padam. Ia memahami bahwa sebelum mengalami skizofrenia, mereka memiliki kemampuan dan minat beragam.
Baca Juga: Pastikan Korban Banjir Purbalingga Tidak Kekurangan Pangan, Kemensos Dirikan Dapur Umum
Beberapa penerima manfaat kini dilibatkan dalam kegiatan keagamaan di sentra, seperti melantunkan adzan salat atau tampil sebagai qori dan qoriah pada peringatan hari besar Islam. Kepercayaan kecil itu seringkali menjadi titik balik bagi kepercayaan diri mereka.
Pengabdian Epi tidak berhenti di ruang sentra. Di rumah, ia berbagi nilai yang sama dengan suaminya yang bekerja sebagai pengajar di SLB Negeri Handayani. Keduanya percaya bahwa kesabaran, ketekunan, dan keyakinan adalah fondasi utama dalam pendidikan dan pendampingan.
Di Sentra Phalamartha, Epi mungkin tidak melihat perubahan itu secara kasat mata. Namun dari suara yang kian mantap, ia tahu tiap penerima manfaat punya potensi tersendiri. ***
Berita Terkait
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
-
Kemensos Kirim Ribuan Paket Bantuan Korban Banjir Subang
-
Kemensos Dampingi Keluarga Randika yang Viral Disebut Meninggal Kelaparan
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan
-
Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden
-
Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor
-
Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?
-
Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!
-
Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya
-
Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini