Suara.com - Duh, Ibu Makan Salad Saat Hamil Bikin Bayi Kena Meningitis
Ibu hamil sebaiknya mengurangi konsumsi makanan mentah seperti salad. Jika tidak, risikonya bayi bisa mengalami meningitis, seperti yang dialami perempuan ini.
Seorang perempuan mengalami demam tinggi selama 4 hari setelah melahirkan bayinya di usia kehamilan 31 minggu. Akibatnya, anaknya lahir dengan menderita demam, gangguan pernapasan, dan mental buruk yang salah satunya juga disebabkan dari makanan sang ibu selama kehamilan.
Dikutip Himedik dari ET Today, bayi baru lahir itu lantas menjalani serangkaian pemeriksaan lalu ditunjukan listeria di dalam darah dan cairan serebrospinal. Bayi tersebut pun didiagnosis mengalami sepsis dan meningitis sejak lahir.
Bayi itu pun harus menjalani perawatan medis selama 3 minggu dengan mengonsumsi sejumlah antibiotik hingga dinyatakan sudah pulih.
Chen Qiuyu, dokter anak di Klinik Neihu Guotai, lantas menjelaskan asal mula bayi laki-laki pasiennya mengalami banyak gangguan kesehatan sejak lahir.
Ternyata sang ibu sering mengonsumsi salad selada selama kehamilan yang menyebabkan infeksi invasif neonatal yang menular pada janinnya.
Dokter anak itu pun membenarkan bayi pasiennya memiliki listeria akibat basil Gram-positif anaerob fakulatif yang dapat diolah dari tanah, air dan sayuran busuk.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit listeria monocytogenes ini ditularkan melalui vektor dengan tingkat risiko kematian sebesar 25%. Biasanya, penyakit ini banyak menyerang bayi baru lahir, orang tua, penderita AIDS, diabetes dan kanker.
Baca Juga: Awas! Meningitis Bisa Sebabkan Kematian pada Anak
Pada Januari 2018, Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan mendaftarkan listeria sebagai jenis penyakit menular keempat dalam Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. Jadi, bila terdeteksi ada listeria, harus diinformasikan sejak 72 jam.
Data Departemen Pengendalian Penyakit pun menyebutkan sejumlah makanan yang berisiko menyebabkan listeria, seperti kulit babi, tendon daging sapi dan bebek. Sedangkan, listeria yang diderita oleh bayi baru lahir ini karena salad selada yang sering dikonsumsi ibunya.
Ibu tersebut sering mengonsumsi salad selada selama masa kehamilan hingga menyebabkan listeria yang ditularkan ke janin melalui plasenta lalu membuat bayinya lahir dengan banyak ganguan kesehatan. Selain gangguan kesehatan, listeria yang ditularkan saat masa kehamilan juga berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran mati, prematur atau infeksi janin melalui jalan lahirnya.
Karena infeksi invasif yang disebabkan listeria itulah yang mengakibatkan bayi tersebut menderita sepsis dan meningitis, kondisi terburuknya bisa menyebabkan kematian.
Adapun gejala yang mestinya dirasakan oleh seseorang setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi listeria, yakni demam, diare, mual, muntah dan lain sebagainya. (HIMEDIK/Shevinna Putti Anggraeni)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh