Suara.com - Belakangan ini penikmat film sedang dihebohkan oleh penayangan film Avengers End Game yang disebut-sebut mendominasi seluruh bioskop di dunia. Aksi superhero besutan Marvel yang mencapai durasi tiga jam ini tak hanya disukai orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Dan ternyata studi menunjukkan bahwa menonton film bertema kepahlawanan ini memiliki efek tertentu bagi anak-anak. Gail Dines, profesor studi sosiologi dan gender di Wheelock College, Boston, menemukan bahwa sosok pahlawan super yang ditampilkan dalam film Avengers dikhawatirkan dapat membentuk citra diri ideal dalam diri anak.
Dines mencontohkan sosok Thor yang perkasa dan berotot atau Black Widow dengan pinggang super mungil, dapat membuat anak-anak percaya bahwa tipe tubuh itu adalah citra ideal yang harus mereka capai.
Sebelumnya, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Behavioral Sciences menganalisis indeks massa tubuh dan dimensi tubuh dari 3.752 karakter komik Marvel. Peneliti Rebecca Burch mengatakan bahwa bentuk tubuh yang ditampilkan sosok pahlawan super besutan Marvel bahkan bukan bentuk tubuh yang bisa dicapai manusia.
"Ini bahkan bukan bentuk tubuh yang fungsional," imbuh Burch.
Para peneliti mengatakan bahwa film dan video lebih mudah diserap oleh anak-anak karena mereka melewati lobus frontal, bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi mengingat, penilaian, dan pengambilan keputusan.
"Semakin konsisten dan sesuai pesannya dengan anak-anak, maka semakin besar kemungkinan mereka memercayainya," ujar Dines seperti dikutip dari New York Post.
Hal ini, kata Dines, dapat memiliki efek berbahaya ketika anak-anak tumbuh dewasa. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa lelaki yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan norma maskulin juga lebih mungkin menderita gangguan kesehatan mental.
Apalagi, kata dia, orangtua tidak selalu dapat memantau apa yang ditonton anak-anak mereka. Sehingga Dines menyarankan agar orangtua sering-sering mengajak anak untuk melakukan percakapan tentang citra tubuh yang sehat.
Baca Juga: Ingin Bentuk Tubuh Berotot? 7 Makanan Ini Wajib Dikonsumsi
"Mungkin ketika anak-anak mencapai usia remaja, penggambaran ini dapat memengaruhi harapan mereka terhadap tubuh atau citra diri mereka sendiri. Sehingga penting bagi orangtua memperhatikan batasan usia pada film yang akan ditonton anak," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS