Suara.com - Mendongeng untuk si Kecil Mampu Tingkatkan Bonding Time Ibu dan Anak.
Mendongeng bukan sesuatu yang baru. Dongeng identik dengan dunia anak. Jika dibacakan oleh ibu kepada buah hatinya, memiliki manfaat yang sangat banyak.
Psikolog Anak, Vera Itabiliana mengatakan, membacakan dongeng dapat menguatkan bonding time antara ibu dengan anak. Tentunya kegitan mendongeng juga meningkatkan berbagai aspek tumbuh kembang anak.
"Kegiatan membaca dongeng dapat meningkatkan dan mempererat ikatan ibu dan anak. Selama dongeng dibacakan maka akan mempengaruhi perkembangan sosial, emosi, maupun kognitif anak," ungkap Vera saat ditemui Suara.com dalam acara Dukung Gerakan Ibu Bangsa Membaca oleh Nivea, Kamis (2/4/2019), di Perpustakaan Nasional RI Jakarta Pusat.
Di samping itu, psikolog jebolan Universitas Indonesia ini menyinggung soal penggunaan gawai bagi anak yang sering kali berdampak negatif. Oleh karenanya Vera menyarankan agar penggunaan gawai bisa dipergunakan untuk membacakan dongeng, agar tetap memberi manfaat bonding bagi ibu dan si buah hati.
"Anak-anak zaman sekarang sudah sangat mengenal gawai sejak masih kecil. Sebenarnya, selama digunakan dengan benar, gawai bisa dimanfaatkan untuk kebaikan," paparnya
Saat membacakan dongeng dengan gawai misalnya, sambung Vera, ibu sebaiknya tetap menemani anak, menciptakan interaksi dengan anak dan mengajaknya menikmati membaca dongeng bersama.
"Jangan lupa, berikan anak sentuhan ibu dengan mendongeng, memangku, atau membelai untuk meningkatkan kelekatan dengan anak," tutup Vera.
Baca Juga: Mewah bak Pesta Negeri Dongeng, 5 Potret Resepsi Ammar Zoni dan Irish Bella
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS