Suara.com - Selama bulan puasa, umat Islam harus menahan untuk tidak makan dan minum beberapa waktu hingga saatnya berbuka puasa. Beberapa orang dengan keluhan penyakit tertentu mungkin akan mengeluhkan rasa sakit saat berpuasa.
Tetapi, jangan tergoda untuk membatalkan atau tidak berpuasa dulu. Karena, nyatanya peneliti telah membuktikan puasa sangat bermanfaat dari mengontrol gula darah hingga meningkatkan fungsi otak.
HiMedik dari Healthline, berikut ini 5 manfaat menjalankan ibadah puasa Ramadan.
1. Mengontrol gula darah
Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa puasa justru meningkatkan kontrol gula darah yang sangat berguna bagi penderita diabetes.
Studi lain juga membuktikan bahwa puasa sama efektifnya membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin. Dengan begitu sensitivitas tubuh akan meningkat.
Sehingga mampu memindahkan glukosa dari aliran darah ke sel-sel tubuh yang lebih efisien.
BACA JUGA: Kartika Putri Hamil Jadi Malas Sikat Gigi, Ini Risikonya pada Janin!
2. Meningkatkan kesehatan jantung dan mengontrol kolesterol
Baca Juga: Dikira Alami Batu Ginjal, Wanita Ini Ternyata Hamil dan Akan Melahirkan
Penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia, terhitung sekitar 31,5 persen secara global.
Sebuah studi pun mengungkapkan puasa sebulan selama Ramadan dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang masing-masing 25 persen dan 32 persen.
Penelitian lainnya juga membuktikan 110 orang gemuk yang menjalani puasa sebulan mampu menurunkan tekanan darah, trigliserida dan kolesterol yang cukup signifikan.
3. Mencegah kanker
Penelitian membuktikan puasa selama sebulan juga bermanfaat untuk pengobatan dan pencegahan kanker.
Karena, hasil penelitian menunjukkan memaparkan sel kanker pada beberapa siklus puasa sama efektifnya dengan kemoterapi untuk menunda pertumbuhan tumor dan meningkatkan efektivitas obat kemoterapi.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Fisik, Ini Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental
-
Lima Pilihan Minuman Sehat yang Cocok untuk Berbuka Puasa
-
Puasa Bisa Buang Racun dari Tubuh, Asalkan Jangan Kalap saat Berbuka
-
Ramadan 2019, Ini Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tersingkat
-
Tak Hanya Cantik, Bunga Kecombrang Juga Punya Manfaat untuk Kesehatan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga