Suara.com - Kerusuhan di Jakarta Bikin Panik dan Cemas, Ini Saran dari Psikolog
Berita kerusuhan dan amuk massa di berbagai media, baik itu media online, televisi, maupun media sosial, bisa memunculkan rasa panik dan cemas.
Hal ini tentu saja bisa berbahaya, terutama pada orang-orang yang sudah didiagnosis memiliki masalah kejiwaan seperti gangguan kecemasan dan gangguan panik.
Psikolog dari klinik Personal Growth, Veronica Adesla, mengatakan bahwa rasa panik dan cemas ini bisa terjadi pada siapa saja. Nah, salah satu cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan membatasi akses terkait berita-berita tersebut.
"TV tidak perlu dipantengin terus-terusan 24 jam malah menambah panik. Bukan tidak boleh menonton berita loh ya, tapi tidak perlu terus-menerus dipantengin," ungkap Veronica, saat berbincang dengan Suara.com.
Tips yang kedua adalah menghindari tayangan-tayangan yang meresahkan. Gambar dan video aksi kerusuhan, korban yang bergelimangan darah, dan sejenisnya sebaiknya dihindari.
Jika Anda menerima video-video tersebut melalui media sosial ataupun aplikasi perpesanan, sebaiknya tidak menyebarkannya ke orang lain.
Video-video ini bisa saja memiliki dampak negatif yang berunsur provokasi, dan menimbulkan ketakutan pada masyarakat.
Ketiga, adalah menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai niat untuk berbagi kabar malah merugikan dan membuat orang lain cemas, karena yang dibagikan adalah kabar hoax.
Baca Juga: Tampung Korban Kerusuhan Demo 22 Mei, Total 80 Orang Dirawat RS Tarakan
"Jika memungkinkan, tetaplah beraktivitas seperti biasa," tutup Veronica.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak