Suara.com - Deddy Corbuzier yang baru saja resmi mualaf dan memeluk agam Islam dikenal sebagai sosok yang senang olahraga dan memiliki gaya hidup sehat. Pria bertubuh kekar ini pula yang memperkenalkan metode diet OCD (Obsessive Corbuzier's Diet) yang sempat menjadi tren diet belakangan.
Deddy Corbuzier sendiri memang sudah menjalani diet OCD ini sejak tahun 2013. Ia terinspirasi dari mantan biarawan shaolin dari China.
Secara umum, diet OCD ala Deddy Corbuzier ini sama seperti menjalankan puasa. Seseorang yang menerapkan diet ini hanya diperbolehkan makan dalam durasi waktu 8 jam, 6 jam atau 4 jam. Jika pada minggu pertama seseorang sudah menerapkan 8 jam, minggu kedua semakin sempit yakni 6 jam dan begitu seterusnya.
Artinya di luar durasi tersebut, kita tidak boleh mengonsumsi makanan lagi dan tidak disarankan untuk sarapan. Sehingga biasanya diet ini diterapkan mulai pukul 09.00-17.00 WIB jika durasinya 8 jam.
Saat ini sudah banyak orang yang mengadopsi diet ala Deddy Corbuzier ini karena terbukti ampuh menurunkan berat badan secara signifikan. Selain menurunkan berat badan, melansir dari eatrunlift.me diet OCD ini juga memiliki 3 manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh.
Kelebihan
1. Mencegah diabetes tipe 2
Diet OCD yang sama seperti puasa berselang ini membantu mengurangi jumlah insulin dan meningkatkan jumlah hormon. Oleh karenanya, tubuh membuang banyak lemak untuk menghasilkan energi.
Itulah mengapa diet OCD yang membantu meminimalkan resistensi insulin yang disertai gula darah tinggi ini dapat melindungi tubuh dari penyakit diabetes tipe 2.
Baca Juga: Diet Ketat dan Jadi Vegan, Pria Ini Putuskan Makan Serangga Tiap Hari
2. Menurunkan kolesterol
Sebuah percobaan studi selama 8 minggu membuktikan bahwa diet OCD ini mampu menurunkan kadar kolesterol hingga 32 persen. Jadi, diet ini cukup baik bagi orang dengan kadar kolesterol tinggi.
3. Meningkatkan sistem pencernaan
Secara keseluruhan, diet OCD membantu meningkatkan kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Hal itu karena kita memberi waktu sistem pencernaan kita untuk beristirahat dalam beberapa waktu.
Hal ini juga mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh. Selain itu, membantu perbaikan sel-sel selama fase tidak makan atau berpuasa
Meski diet OCD ampuh menurunkan berat badan dan memberikan manfaat kesehatan tambahan, bukan berarti tidak memiliki kekurangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?