Suara.com - Anda pasti pernah berjalan tanpa alas kaki, ada pula yang mungkin enggan melakukan hal ini karena tidak suka kaki kotor.
Padahal berjalan tanpa alas kaki justru memberikan banyak manfaat, terlebih jika kita berjalan di atas tanah atau bebatuan.
Jalan di tanah tanpa alas kaki dapat meningkatkan kesehatan, mengobati sejumlah penyakit hingga relaksasi mental.
Melansir dari Asia One, jalan di atas tanah tanpa alas kaki ini seperti 'terapi alami' di mana tubuh bersentuhan langsung dengan bumi sebagai proses penyembuhan.
Di luar pandangan secara ilmiah, semua yang terbuat dari atom dan memiliki muatan bersih baik positif, negatif atau netral.
Sertiap reaksi kimia pasti melibatkan muatan listrik. Ketika muatan keseluruh tubuh tidak tepat, seharusnya tidak terjadi reaksi.
Dalam hal ini tanah adalah reservoir besar elektron bebas bermuatan negatif yang bisa kita sambungkan.
Setelah kita memiliki muatan positif sepanjang hari. Pastinya tubuh perlu kembali ke posisi netral, caranya dengan berjalan di atas tanah untuk mendapat energi negatif sehingga tubuh kembali netral.
Proses itu pula yang akhirnya memberikan banyak manfaat kesehatan pada tubuh. Meski belum ada pembuktian secara medis dan sudah jarang orang yang melakukannya.
Baca Juga: Sebelum Ikut Situgunung Trail Run 2019, Simak Tips Hindari Cedera saat Lari
Berikut ini beberapa manfaat kesehatan dari berjalan kaki tanpa alas di atas tanah.
1. Mengatur kortisol alias hormon stres
2. Peningkatan sirkulasi darah
3. Merelaksasi tubuh dan membantu tidur nyenyak
4. Mengurangi peradangan
5. Mengatasi masalah pencernaan
Berita Terkait
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh
-
8 Manfaat Jalan Kaki Pagi bagi Lansia, Sederhana tapi Baik untuk Kesehatan
-
Menyambangi Gua Hira, Ruang Sunyi di Puncak Jabal Nur
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh