- Pemkot Jakarta Pusat akan memasang kamera CCTV di kawasan Tanah Abang untuk menekan peredaran Tramadol.
- Wali Kota Arifin menyebut para pengedar beroperasi menyerupai pedagang asongan.
- Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana menegaskan komitmen kepolisian untuk memperketat pengawasan dan menindak peredaran Tramadol.
Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi transaksi obat keras Tramadol di kawasan Tanah Abang. Langkah ini diambil untuk memperketat pengawasan sekaligus menekan maraknya peredaran obat ilegal yang meresahkan warga.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir peredaran obat keras secara ilegal.
Menurut dia, Tramadol hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter dan penyalahgunaannya dapat menimbulkan dampak serius, terutama bagi kalangan remaja.
"Banyak orang tua yang mengeluh anaknya terus menerus ketagihan minum tramadol tidak mau sekolah," kata Arifin kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Sebagai upaya pemberantasan, Pemkot Jakarta Pusat akan memasang CCTV di lokasi-lokasi yang selama ini disinyalir menjadi lapak penjualan Tramadol.
"Sehingga pengawasan akan lebih efektif," jelas Arifin.
Menurut Arifin, para pengedar selama ini beroperasi secara terbuka di sepanjang Jalan Jembatan Tinggi dengan modus menyerupai pedagang kaki lima.
"Itu banyak sekali orang jual-jualan. Seperti orang jualan tisu. Kayak pedagang asongan," ungkapnya.
Meski demikian, Arifin mengingatkan seluruh pihak agar pemberantasan peredaran obat keras tetap dilakukan sesuai ketentuan hukum dan tidak disertai aksi main hakim sendiri.
Baca Juga: Fakta Baru Temuan 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel, Ada Senjata Api Buatan Italia
Komitmen serupa disampaikan Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana.
Ia menegaskan pemberantasan peredaran Tramadol membutuhkan kerja sama antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Mari bersama-sama untuk melakukan pemberantasan terhadap peredaran gelap narkoba," kata Mirzal.
Ia memastikan Polres Metro Jakarta Pusat akan terus memperketat pengawasan terhadap peredaran Tramadol, termasuk melakukan penindakan apabila ditemukan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan peredarannya.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Banyak Pelajar Kecanduan, Lokasi Transaksi Tramadol di Tanah Abang Bakal Dipasang CCTV
-
Hak Jawab dan Koreksi Deddy Sitorus soal Artikel Suara.com
-
Telkom Pangkas 34 Entitas Bisnis Demi Efisiensi
-
Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan
-
Warga Tanah Abang Deklarasi Perang Lawan Tramadol: Dijual Terang-terangan, Aparat Diminta Bertindak
-
Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis
-
Nissan X-Trail e-POWER e-4ORCE Melantai di GIIAS 2026 Usung Konsep Petualang
-
Iqbal Ramadhan Totalitas Perankan Ijal di Film Operasi Pesta Copet
-
Malaysia Airlines: Pilot yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Tidak Bawa Pesawat
-
Bayar BPJS Dapat Cashback 10 Persen di BRImo, Begini Caranya