- Pengedar luar Pulau Jawa terang-terangan menjual obat Tramadol di sekitar Terminal dan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, pada Jumat (7/8/2026).
- Penyalahgunaan obat terlarang tersebut memicu keresahan warga karena menjadi penyebab utama maraknya tawuran dan kriminalitas.
- Warga setempat mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk segera menindak tegas seluruh pelaku peredaran obat terlarang.
Suara.com - Kawasan Tanah Abang, Jakarta, masih dibayangi persoalan peredaran narkotika. Di sana, para pengedar justru terang-terangan menjual obat keras berbahaya tanpa rasa takut.
Sejumlah warga mengaku resah karena kondisi tersebut memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Salah satu warga, Awing, mengatakan fenomena peredaran Tramadol di wilayahnya sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Ia bercerita, para pelaku biasanya berjualan di sekitar Terminal dan Stasiun Tanah Abang.
"Udah kayak jual kacang," kata Awing kepada Suara.com pada Jumat (7/8/2026).
Menurut informasi yang diperoleh Awing, para pengedar bukan warga asli sekitar, melainkan pendatang dari luar Pulau Jawa.
Penyalahgunaan Tramadol, kata Awing, kerap menjadi penyebab maraknya tawuran dan berbagai kasus kriminalitas di wilayahnya.
"Hampir rata-rata dipengaruhi tramadol atau obat-obatan terlarang," tuturnya.
Ia berharap pemerintah dan aparat dapat menindak segala bentuk peredaran narkotika yang telah meresahkan kehidupan warga.
Warga lainnya, Siti Wahyuni, juga mengaku masygul atas fenomena tersebut. Sebagai seorang ibu, ia khawatir lingkungan tempat anaknya tumbuh dan berkembang menjadi tidak aman akibat peredaran zat adiktif tersebut.
Baca Juga: Banyak Pelajar Kecanduan, Lokasi Transaksi Tramadol di Tanah Abang Bakal Dipasang CCTV
"Anak-anak kita generasi penerus bangsa hidup dengan lingkungan yang tidak baik," kata Siti.
Ia juga meminta aparat untuk segera memberantas peredaran tersebut hingga menyentuh para pelakunya.
"Agar tercipta masyarakat yang berakhlak," pungkasnya.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Banyak Pelajar Kecanduan, Lokasi Transaksi Tramadol di Tanah Abang Bakal Dipasang CCTV
-
Warga Tanah Abang Deklarasi Perang Lawan Tramadol: Dijual Terang-terangan, Aparat Diminta Bertindak
-
Malaysia Airlines: Pilot yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Tidak Bawa Pesawat
-
Kemampuan Membaca Indonesia Masih di Bawah 50%
-
Ribuan Pilot Malaysia Airlines Tes Narkoba Buntut Selundupan Ekstasi ke Bandara Soetta
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: 'Kayak Jual Kacang'
-
Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat
-
Viral Eksekusi Rumah Lansia 82 Tahun di Jakbar, Ini Klarifikasi Pihak Koperasi
-
Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium, Fokus Nuklir untuk Energi dan Medis
-
Banyak Pelajar Kecanduan, Lokasi Transaksi Tramadol di Tanah Abang Bakal Dipasang CCTV
-
Hak Jawab dan Koreksi Deddy Sitorus soal Artikel Suara.com
-
Telkom Pangkas 34 Entitas Bisnis Demi Efisiensi
-
Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan
-
Warga Tanah Abang Deklarasi Perang Lawan Tramadol: Dijual Terang-terangan, Aparat Diminta Bertindak
-
Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis