Suara.com - Seorang pria di Amerika Serikat mendadak hidup lagi setelah beberapa menit dinyatakan meninggal dunia karena kesetrum.
Michael Truitt, pemuda 20 tahun ini awalnya dinyatakan meninggal dunia setelah tersengat listrik. Tetapi, setelah 20 menit ia justru terbangun dan sadarkan diri.
"Mereka membawa pemuda ini dalam kondisi sempurna, tetapi tidak ada tanda-tanda vital. Saya berkata pada tim bahwa kami akan membawanya kembali dan aku berkata dengan pemuda ini agar kembali," kata Dr Angel Chudler, seorang dokter UGD di Rumah Sakit Beaumont dikutip dari Fox News.
Tim dokter pun sempat kawalahan, tetapi akhirnya Truitt benar-benar sadar dan hidup kembali. Mereka harus mengeluarkan seluruh tenaga untuk menahan Truitt agar tetap di kasurnya.
Kejadian ini bermula ketika Truitt membantu ayah tirinya di rumah. Ia membawa sebuah tangga logam yang menyentuh kabel listrik. Setelah itu, Truitt mengaku tidak mengingat apapun.
Tim Medis tiba di tempat kejadian setelah 4 menit dan berusaha menolong Truitt menggunakan defibrillator dan memantau detak jantungnya selama di ambulans.
Tetapi, Tim Medis sempat kesulitan mendeteksi detak jantung Truitt selama perjalanan ke Rumah Sakit menggunakan ambulans
Tak lama berselang, sel-sel otak Truitt mulai mati dan ia pun dinyatakan meninggal dunia.
"Dalam waktu kurang dari 5 menit, sel-sel otak mulai mati karena kekurangan oksigen. Resusitasi Michael sungguh ajaib. Dia tidak kehilangan fungsi otak dan ini bukti pentingnya CPR untuk menyalurkan oksigen ke otak," jelasnya.
Baca Juga: Di Parangtritis, 60 Wisatawan Tersengat Ubur-ubur
Satu-satunya cedera yang diderita truitt dari cobaan itu adalah di jari kakinya, di mana listrik tegangan keluar melalui tubuhnya.
Berita Terkait
-
Refleksi: Di Tengah Hidup Serba Cepat, Iduladha Mengajarkan untuk Melambat
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
-
Raline Shah Bagikan Cara Jaga Kesehatan Tanpa Diet Ketat
-
Realistis atau Privilege? Mendalami Zero Waste di Lingkungan Masyarakat
-
Sentuhan Desain Italia dan Gaya Hidup Aktif Bertemu dalam Konsep Gerai Premium di Bekasi
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien