Suara.com - Kondisi kesehatan Song Hye Kyo setelah dikabarkan bercerai dengan Song Joong Ki dinilai memprihatinkan. Bahkan, menurut laman Koreaboo, Song Hye Kyo selalu menangis kala membicarakan kehidupan pernikahnnya yang gagal.
Menurut seorang sumber, berat badan sang aktris pun berkurang hingga 5 kilogram sejak melalui masa-masa sulit dalam pernikahannya ini.
"Selain berat badannya turun, wajahnya tampak lebih gelap dan membuat saya khawatir tentang kesehatannya. Dia biasanya pendiam dan tidak sering berbicara tentang masalahnya."
"Tetapi, baru-baru ini ia menangis ketika bicara tentang kehidupan pernikahannya dan itu menyakitkan buat saya," kata sumber dalam yang dekat dengan Song Hye Kyo.
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa berat badan Song Hye Kyo menurun sangat cepat dan drastis. Jari-jari tangan Song Hye Kyo terlihat menjadi lebih kurus hingga cincin pernikahannya begitu longgar di jarinya.
Bahkan, wajah Song Hye Kyo tampak lebih gelap daripada biasanya.
"Selain berat badannya turun, wajahnya tampak lebih gelap dan membuat saya khawatir tentang kesehatannya," sambung sumber tersebut.
Berdasarkan Livestrong, dalam hubungan pernikahan, biasanya perempuanlah yang paling menderita setelah perceraian, baik dari segi kualitas hidup maupun kesejahteraan emosional, kata Michele Weiner Davis, pembuat Divorce Busting Centers.
Kesulitan emosional
Baca Juga: Stres! Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Alami Ini Usai Putuskan Cerai
Perceraian dapat membuat seorang perempuan merasa terluka, kesepian dan tidak bahagia. Bahkan jika itu adalah pilihannya untuk mengakhiri pernikahan, dia mungkin menanggung bekas luka dari hubungan yang rusak untuk waktu yang lama.
Menurut The Short-Term and Decade-Long Effects of percerce on Women's Midlife Health, sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Health and Social Behavior pada 2006, perempuan yang bercerai melaporkan tingkat tekanan psikologis yang jauh lebih tinggi daripada wanita yang menikah pada tahun-tahun setelah perceraian.
Tekanan untuk berada dalam pernikahan yang tidak bahagia dapat dengan mudah digantikan oleh kekhawatiran yang berbeda, seperti tidak bisa mempercayai pria lagi, berjuang untuk menemukan pasangannya yang sempurna atau takut ditolak.
Berita Terkait
-
"Karena Legging!" Sunan Kalijaga Bahas Lagi Alasan Salmafina dan Taqy Malik Cerai
-
Predator Berjubah Dokter: Mengurai Benang Kusut Nafsu dalam Mimpi Ayahku
-
MBG dan Pergeseran Peran Psikologis Orang Tua
-
Smoke Screen: Thriller Psikologis tentang Manipulasi dan Pengkhianatan
-
Dilan Janiyar Skakmat Ratu Rizky Nabila, Tegas Tolak Tuduhan Gimik Pacaran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS