Suara.com - Sebuah studi yang tertulis dalam Journal of American Heart Association menyatakan bahwa patah hati tidak hanya berkaitan dengan perasaan, tetapi juga memengaruhi risiko kanker.
Studi tersebut menemukan 1 dari 6 orang yang mengalami sindrom patah hati lebih berisiko menderita kanker dan meninggal dalam waktu 5 tahun lebih cepat dibandingkan orang tanpa sindrom patah hati.
Sindrom patah hati yang juga disebut stres cardiomyopathy adalah suatu kondisi sementara yang disebabkan oleh situasi-situasi yang membuat stres.
Menurut Mayo Clinic yang dikutip NBC News, sindrom patah hati membuat satu bagian dari jantung berhenti memompa secara normal yang menyebabkan bagian jantung lainnya memompa lebih cepat.
Sebuah studi tahun 2018 juga menemukan bahwa pasien yang didiagnosis dengan sindrom patah hati dua kali lebih mungkin menghadapi komplikasi klinis selama proses pengobatan jika mereka juga menderita kanker.
Dalam studi baru, para peneliti juga melihat data dari Internasional Tokotsubo Registry pada lebih dari 1.600 pasien dengan sindrom patah hati.
Mereka menemukan bahwa 1 dari 6 penderita kanker, 90 persennya akan berjenis kelamin perempuan. Jenis kanker yang paling sering terjadi adalah kanker payudara.
Selain kanker payudara, mereka juga rentan kanker sistem pencernaan, saluran pernapasan, organ seks, kulit dan area lainnya.
Orang dengan sindrom patah hati juga dua kali lebih mungkin mengalami pemicu fisik versus pemicu emosional sindrom patah hati dibandingkan orang tanpa sindrom patah hati.
Baca Juga: Agung Hercules Renang Meski Kanker Otak, Ternyata Ini Manfaatnya pada Otak!
Namun, studi ini hanya mencari hubungan antara risiko kanker dengan sindrom patah hati tanpa melihat faktor lainnya yang bisa menjadi penyebab.
"Studi kamu harus meningkatkan kesadaran ahli onkologi dan hematologi bahwa sindrom patah hati harus dipertimbangan pada pasien yang menjalani pengobatan kanker," kata Dr. Christian Templin, Direktur Kardiologi Intervensional Laboratorium Katerisasi Jantung di University Heart Center Zurich.
Berita Terkait
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Biar Nggak Mubazir, Ayah Vidi Aldiano Ungkap Bakal Bagikan Baju Almarhum Putranya
-
Aldi Taher Bongkar Rahasia Lawan Kanker, Sembuh Berkat Kekuatan Al-Qur'an
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Kisah Pilu Nunung Jalani Kemoterapi: Tulang Kayak Copot Hingga Tubuh Mengambang
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan