Suara.com - Memasuki musim penghujan, nyamuk akan lebih banyak berkembang biak. Serangga ini selalu menjadi musuh bebuyutan manusia karena membuat aktivitas tidak nyaman atau mengganggu tidur.
Belum lagi kalau nyamuk tersebut menularkan penyakit melalui gigitannya seperti nyamuk demam berdarah. Jika sudah begini, biasanya Anda akan mengandalkan semprotan atau obat bakar untuk mengusir nyamuk.
Padahal penggunaan semprotan nyamuk berkelanjutan juga tidak baik untuk kesehatan, terlebih jika ada anak kecil di dalam rumah. Melansir dari Asia One, berikut ini cara alami mengusir nyamuk.
1. Gunakan lampu kuning di teras rumah
Ganti pencahayaan di teras Anda menggunakan lampu kuning, jangan lampu putih. Hal itu karena nyamuk menyukai pencahayaan kuning.
Jadi ketika Anda menggunakan lampu putih di dalam rumah lalu ingin mengusir nyamuk, cukup dengan membuka pintu agar nyamuk pindah mendekati cahaya kuning di teras rumah.
2. Bersihkan benda-benda yang menampung air
Jika di sekitar rumah Anda ada vas atau talang air, usahakan bersihkan air yang menggenang di benda-benda tersebut setiap hari. Hal ini untuk menghilangkan kotoran nyamuk yang tergenang di air dan melepaskan bakteri.
3. Pakai minyak esensial di dalam rumah
Baca Juga: Ilmuwan di Brasil Modif Perangkap Nyamuk Aedes Aegypti Berbasis Cahaya
Minyak esensial eucalyptus, citronella, pohon teh, dan lavender adalah beberapa aroma minyak esensial yang ampuh mengusir nyamuk. Anda bisa menggunakan minyal esensial tersebut di dalam rumah dengan cara disemprotkan atau oleskan pada tubuh.
4. Tanam tumbuhan pengusir nyamuk
Ada beberapa tanaman yang berfungsi untuk mengusir nyamuk, seperti peppermint, marigold, ageratum dan rumput serai. Anda bisa menanam sejumlah tumbuhan pengusir nyamuk ini, lalu letakkan di balkon, jendela, dan koridor rumah Anda.
5. Nyalakan kipas angin
Nyamuk yang beterbangan juga akan melemah ketika kipas angin menyala. Agar tidur malam Anda lebih nyenyak dan bebas nyamuk, coba nyalakan kipas angin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang