Suara.com - Mantan Menteri Tenaga Kerja, era Presiden ke-2 RI Soeharto, Cosmas Batubara baru saja dikabarkan meninggal dunia hari ini, Kamis (8/8/2019).
Politikus Mahfud MD turut menginformasikan kabar duka meninggalnya Cosmas Batubara melalui akun Twitternya.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah wafat bapak Cosmas Batubara, mantan aktivis 1966 dan Menteri Perumahan Rakyat, pagi ini Kamis (8/8/19)," potongan tulisan Mahfud MD.
Cosmas Batubara meninggal dunia pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 WIB di RSCM Kencana karena menderita limfoma.
Melansir dari Medical News Today, limfoma termasuk jenis kanker darah, tetapi berbeda dengan leukemia.
Perbedaan utamanya, leukemia memengaruhi darah dan sumsum tulang. Sedangkan, limfoma cenderung memengaruhi kelenjar getah bening.
Jika leukemia terjadi ketika sumsum tulang belakang terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal.
Limfoma adalah jenis kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan memengaruhi kelenjar getah bening serta limfosit.
Ada dua jenis limfoma, yakni limfoma hodgkin dan limfoma non-hodgkin. Setiap jenis limfoma ini memiliki gejala yang berbeda.
Baca Juga: Mantan Menteri Era Presiden Soeharto, Cosmas Batubara Tutup Usia
Limfoma Hodgkin menyebar dari satu kelenjar getah bening ke kelenjar getah bening selanjutnya. Jika seseorang menderita limfoma non-Hodgkin, kanker dapat menyebar secara sporadis, dengan beberapa jenis lebih agresif daripada yang lain.
Pada kedua tipe tersebut, kanker limfoma juga dapat menyebar ke sumsum tulang, paru-paru atau hati.
Berita Terkait
-
Hanya 8 Jam Merasakan Status Suami-Istri, Kisah Pria Kehilangan Belahan Jiwa Akibat Leukemia Viral
-
Denada Ungkap Peran Satu Artis di Balik Proses Pemulihan Aisha dari Leukemia: One of My Angel
-
Air Mata Denada Pecah, Ungkap Titik Terendah Dampingi Aisha Lawan Leukemia
-
Gadis Konyol dan Penuh Humor dalam Novel Olga: Leukemia Kemping
-
Anak Denada Kembali ke Jakarta Setelah Berjuang Lawan Leukemia, Penampilannya Kini Bikin Pangling
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?