Suara.com - Penggunaan obat-obatan yang secara sembarangan tanpa petunjuk dokter tentu berbahaya bagi kesehatan. Seorang wanita berusia 25 tahun asal Thailand bahkan harus meregang nyawa akibat konsumsi obat tanpa resep dokter.
Chudapa Pornngam, wanita asal Thailand ini menceritakan kisah kematian saudara perempuannya melalui postingan Facebook. Ia mengungkapkan penyebab kematian saudarinya adalah konsumsi obat tanpa resep dokter selama 1 tahun.
Chudapa mengatakan, saudarinya sering mengalami migrain dan nyeri haid sebelum meninggal dunia. Saudarinya lalu mengonsumsi obat tanpa resep dokter lebih dari setahun guna meredakan penyakitnya.
Tetapi, langkahnya membeli dan mengonsumsi obat pereda sakit kepala dan nyeri justru membawa malapetaka.
Setelah lebih setahun, wanita 25 tahun itu justru menderita sakit kepala, nyeri di seluruh badan, sesak di bagian dada, muntah, hingga pingsan.
Ia juga sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya itu. Dokter pun mengatakan bahwa wanita 25 tahun ini memiliki tekanan darah rendah.
Dokter kemudian menduga kondisi wanita ini yang terus menurun akibat mengonsumsi sejumlah obat-obatan tanpa resep dokter.
Setelah menjalani perawatan, kondisinya mulai membaik dan dia pun sempat kembali pulang ke rumah.
Namun sepulangnya ke rumah, wanita ini mengalami kesulitan tidur hingga merasa sangat pusing dan terus-menerus muntah.
Baca Juga: Ilmuwan Kian Dipusingkan Cari Cara Basmi Parasit Malaria Kebal Obat
Esok harinya, ia mengalami sakit kepala persisten sampai harus dilarikan ke rumah sakit lagi.
Setibanya di rumah sakit, wanita 25 tahun ini pun sempat merespons pembicaraan dokter tapi tak berhenti muntah.
Sampai akhirnya, wanita ini tidak sadarkan diri dan harus dibawa ke ruang gawat darurat rumah sakit lainnya.
Saat itulah dokter sudah mulai kesulitan menemukan nadinya yang sangat lemah. Padahal tim medis telah berusaha melakukan defibrasi selama 3 kali.
Dokter mengatakan obat-obatan yang dikonsumsi wanita ini selama 1,5 tahun bereaksi sangat kuat di tubuhnya sampai akhirnya meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?