Suara.com - Tentu Anda percaya bahwa makanan tinggi kolesterol sangat tidak baik bagi kesehatan jantug. Banyak penelitian terbaru menunjukkan kebalikannya.
Melansir Healthline, sebagian besar kolesterol dalam darah diproduksi oleh hati. Ketika Anda makan makanan tinggi kolesterol, hati akan menghasilkan lebih sedikit.
Karena alasan ini, kolesterol dalam makanan hanya memiliki efek kecil pada kolesterol dalam darah.
Studi juga menunjukkan konsumsi makanan berkolesterol tidak ada kaitannya dengan serangan jantung atau stroke.
Terlebih lagi, banyak makanan yang tinggi kolesterol juga termasuk makanan yang sehat dan bergizi, seperti:
1. Keju
Satu ons keju menyediakan 27 mg kolesterol, yang relatif tinggi. Tetapi keju memunyai nutrisi lainnya. Misalnya, satu ons keju memiliki 7 gram protein berkualitas dan menyediakan 20% RDI untuk kalsium.
Meskipun juga tinggi lemak jenuh, penelitian menunjukkan bahwa keju dapat meningkatkan kesehatan jantung.
Makanan tinggi protein, rendah karbohidrat seperti keju juga dapat membantu mengurangi lemak tubuh, meningkatkan massa otot, dan mengurangi kerusakan gigi.
Baca Juga: Ini 4 Cara Akali Kolesterol Tinggi saat Makan Daging Kalap di Idul Adha
2. Telur
Telur juga sangat tinggi kolesterol, dengan dua telur besar mengandung 422 mg.
Beberapa orang membuang kuning yang kaya kolesterol dan hanya makan putih telur. Ini umumnya disebabkan oleh rasa takut yang salah kaprah terhadap kolesterol dalam kuning telur.
Padahal, kuning telur adalah bagian paling bergizi. Bagian ini menyediakan hampir semua nutrisi, sedangkan putih sebagian besar protein.
Selain itu, kuning telur mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin, yang memberikan perlindungan dari gangguan mata seperti katarak dan degenerasi makula.
3. Hati (hewan)
Hati adalah sumber nutrisi. Ini juga kaya kolesterol, terlepas dari jenis hewannya.
Misalnya, 100 gram porsi hati sapi mengandung 396 mg kolesterol. Sajian ini juga menyediakan 28 gram protein dan kaya akan banyak vitamin dan mineral. Bahkan, mengandung lebih dari 600% kebutuhan harian untuk vitamin A dan lebih dari 1.000% kebutuhan harian untuk vitamin B12.
Berita Terkait
-
Peternak Kecil Terjepit di Tengah Monopoli dan Kebijakan
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak