Foto / News
Senin, 10 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Peserta aksi yang tergabung Paguyuban Peternak Boyolali Bersatu mengenakan topeng ayam saat melakukan aksi damai membagi ayam dan telur gratis di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc]
Peserta aksi yang tergabung Paguyuban Peternak Boyolali Bersatu mengenakan topeng ayam dan membawa spanduk saat melakukan aksi damai membagi ayam dan telur gratis di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc]
Warga membawa ayam dan telur yang dibagikan oleh Paguyuban Peternak Boyolali Bersatu saat melakukan aksi damai membagi ayam dan telur gratis di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc]
Warga membawa ayam petelur yang dibagikan gratis oleh peternak ayam petelur yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc]
Peternak ayam petelur yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) membagikan ayam petelur secara gratis kepada warga di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc]
Warga berebut telur yang dibagikan saat aksi damai Peternak Rakyat Sulawesi di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc]
Peserta aksi yang tergabunng dalam Peternak Rakyat Sulawesi membagikan ayam saat aksi damai di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc]

Suara.com - Peserta aksi yang tergabung Paguyuban Peternak Boyolali Bersatu mengenakan topeng ayam saat melakukan aksi damai membagi ayam dan telur gratis di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026). Aksi damai ini menjadi bagian dari protes peternak ayam terhadap tekanan biaya produksi.

Aksi serentak yang dilakukan peternak di sejumlah daerah ini digelar dengan membagikan ayam dan telur kepada masyarakat. Mereka menyoroti tingginya biaya produksi, terutama harga pakan, yang dinilai tidak sebanding dengan harga jual hasil ternak.

Peternak juga menuntut pemerintah menjaga harga telur dan ayam di tingkat peternak sesuai harga acuan. Selain harga, para peternak juga meminta perlindungan dari praktik monopoli dan dominasi korporasi besar.

Pemerintah sebelumnya menetapkan HAP telur di tingkat peternak Rp26.500 per kilogram. Namun, surplus produksi dan lemahnya daya serap pasar membuat harga di tingkat peternak tertekan, sementara biaya pakan dan produksi tetap tinggi. [ANTARA FOTO]

Load More