Suara.com - Kasus video seks gangbang yang sedang ramai di media sosial, kini sedang dalam penanganan Satreskrim Polres Garut.
Perempuan yang membintangi video tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Status ini ditetapkan setelah keduanya diperiksa secara intensif dan melakukan gelar perkara.
"Satu orang pemeran perempuan yang merupakam biduan dangdut dan pemeran laki-laki mantan MC sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mapasseng kepada Suara.com, Kamis (15/8/2019).
Sebenarnya video mesum ini sudah beredar sejak beberapa hari yang lalu melalui WhatsApp. Namun baru akhir-akhir ini ramai di platform Twitter.
Ada dua video pendek berdurasi 1.07 detik dan 1.30 detik yang meresahkan masyarakat sejak Selasa (13/8/2019).
Dalam satu video tersebut, tersangka wanita melakukan hubungan intim dengan tiga pria. Sedangkan video lain memperlihatkan sang wanita melakukannya dengan dua pria, semuanya dilakukan secara bergantian.
Meski tidak ada batasan dalam jumlah melakukan hubungan intim, tetapi kemungkinan ada masalah fisik yang membuat tidak nyaman di kemudian hari, kata Diana Bitner, seorang OB-GYN pada Women's Health Magazine via INSIDER.
Tanda pertama jika melakukan hubungan intim terlalu banyak bagi wanita adalah kekeringan pada Miss V. Ini terjadi ketika telah melakukan penetrasi terlalu lama atau mengalami kontak.
Ketika mengalami kondisi ini, robekan kecil di Miss V dapat terjadi dan ini bisa sangat menyakitkan.
Baca Juga: Alasan Vina Garut Hubungan Seks Liar dengan Rayya dan VW, Birahi Seksual
Tidak hanya itu, terlalu banyak melakukan hubungan intim dalam waktu singkat dapat menyebabkan iritasi, radang, atau ruam pada kulit eksternal di sekitar vulva dan labia membesar atau membengkak.
Efek samping lain yang tidak menyenangkan dan mungkin dari terlalu banyak seks adalah peningkatan risiko infeksi kandung kemih dan Miss V.
Cairan tubuh dapat menurunkan pH alami vagina menjadi rusak, membuat lebih rentan terhadap infeksi.
"Semen memiliki pH tujuh, yang dapat mendukung bakteri tidak sehat di dalam vagina," kata Bitner.
"Itu dikombinasikan dengan terlalu banyak gesekan dari hubungan seks dapat meningkatkan kemungkinan bakteri dari Miss V dan anus masuk ke dalam kandung kemih, menyebabkan infeksi saluran kemih."
Berita Terkait
-
Kisah Siswi SMK di Garut: Rawat Nenek Lumpuh, Terancam Putus Sekolah karena Dianggap 'Warga Mampu'
-
Lula Lahfah Ungkap Derita ISK Sebelum Meninggal: Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Ekspansi Berlanjut, Persib Store Kini Hadir di Garut
-
Epy Kusnandar Sempat Berwasiat Minta Dimakamkan di Kampung Halaman Dekat Makam Sang Ibu
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga