Suara.com - Ini Waktu Terbaik Mengecek Gula Darah bagi Diabetesi.
Orang dengan diabetes cukup melekat dengan alat tes gula darah. Kadar glukosa dalam darah yang tak dapat dihitung secara kasat mata, membuat mereka dan juga kita yang hidup bersama mereka membutuhkan alat bantu tersebut.
Orang dengan diabetes, atau disebut juga dengan diabetesi, tidak memiliki kemampuan yang baik dalam proses metabolisme glukosa menjadi energi. Akibatnya glukosa yang masuk melalui makanan tidak terserap tubuh dan bebas bergerak dalam aliran darah, mengakibatkan tingginya kadar glukosa dalam darah. Banyaknya kadar glukosa yang berada dalam darah akan mendatangkan berbagai macam penyakit dan komplikasi.
Diabetes berbeda dengan penyakit lainnya. Jika penyakit lain cukup dengan disembuhkan dengan menjalani pengobatan, tidak dengan diabetes. Diabetes adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan dengan menjaga agar kadar gula darah tetap berada pada batas normal. Pengendaliannya merupakan kombinasi antara obat-obatan yang diresepkan dokter serta kedisiplinan diabetesi dalam menjalani kehidupannya secara sehat.
Penderita diabetes biasanya akan diminta untuk melakukan cek gula darah secara rutin setelah didiagnosis diabetes. Hal ini bertujuan untuk melihat pengobatan diabetes yang Anda jalani bekerja dalam tubuh. Anda mungkin saja diminta untuk melakukan cek gula darah beberapa kali dalam sehari.
Melalui cek gula darah mandiri, Anda juga dapat menilai seberapa baik tubuh Anda merespons pengobatan yang diberikan, memahami jenis olahraga dan makanan apa saja yang dapat memengaruhi gula darah. Dengan mengetahui tinggi rendahnya kadar gula darah, Anda dapat melakukan langkah antisipasi.
Pasien dengan diabetes tipe 1 dapat direkomendasikan oleh dokter untuk melakukan pengecekan 10 kali dalam sehari. Anda dapat melakukan sebelum makan dan mengonsumsi makanan ringan, sebelum dan setelah olahraga, sebelum tidur, dan terkadang pada malam hari.
Pasien dengan diabetes tipe 2 yang sudah melakukan terapi insulin mungkin akan direkomendasikan untuk melakukan pengecekan beberapa kali dalam sehari bergantung tipe dan jumlah insulin yang diberikan. Waktu terbaik untuk melakukan cek gula darah mandiri untuk memantau keadaan Anda adalah pada saat bangun tidur, sebelum dan sesudah makan, dan sebelum tidur.
Jika pengobatan yang sedang Anda jalani menyebabkan Anda mengalami hipoglikemia, Anda harus melakukan cek mandiri sebelum melakukan beberapa hal berikut dilansir Hello Sehat:
Baca Juga: Ini Tanda Kadar Gula Darah Anda Tinggi Meski Tidak Menderita Diabetes
Mengemudi
Melakukan aktivitas berat
Menggunakan benda yang membutuhkan kewaspadaan
Jika Anda ingin melakukan tes gula darah mandiri untuk alasan umum dan bukan untuk mengubah dosis insulin yang Anda butuhkan, seperti untuk mengetahui bagaimana tubuh Anda mengontrol gula darah, waktu terbaik untuk mengecek gula darah Anda adalah dengan melakukan pengecekan setiap hari pada waktu yang sama selama beberapa waktu tertentu.
Dengan melakukan tes gula darah mandiri secara rutin, Anda dapat menghindarkan diri Anda dari risiko-risiko yang mungkin muncul akibat pengobatan, seperti hipoglikemia atau hiperglikemia.
Mengecek gula darah di waktu yang tepat dan benar secara rutin, dokter Anda juga mampu memberikan pengobatan terbaik bagi Anda dan mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi. Jadi penting lakukan cek mandiri gula darah dengan mengikuti ketentuan di atas ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS