Suara.com - Meski makanan tertentu memiliki khasiat dan manfaat tersendiri untuk kesehatan, beberapa jenis makanan justru akan memberikan efek maksimal jika dikombinasikan dengan makanan lainnya.
Nah, di bawah ini Anda dapat menemukan kombinasi makanan sehat yang menjadi lebih kuat dalam membantu tubuh melawan kanker, mengurangi kolesterol, dan mencegah serangan jantung. Ini dia, seperti dilansir dari Healthy and Natural World.
1. Kunyit dan lada hitam
Piperine adalah senyawa aktif utama dalam lada hitam, sedangkan curcumin adalah polifenol yang terkandung di dalam kunyit.
Beberapa dokter menyarankan pasien mereka untuk mengonsumsi kunyit dalam bentuk suplemen yang biasanya dikombinasikan dengan piperine. Piperin membantu penyerapan curcumin, dan dengan demikian meningkatkan jumlah curcumin yang dapat diserap tubuh. Dan jika Anda memasak dengan kunyit, pastikan untuk menambahkan lada hitam ke dalam makanan.
2. Tomat dan alpukat atau brokoli
Kombinasi tomat dan alpukat memungkinkan likopen dalam tomat diserap lebih baik oleh tubuh berkat adanya lemak dalam alpukat. Likopen bertindah sebagai antioksidan dan zat penting untuk mencegah penyakit jantung, masalah pembuluh darah, dan mengurangi risiko kanker.
Likopen dalam saus tomat juga akan diserap lebih baik jika ada minyak zaitun dibandingkan saus tomat yang bebas minyak.
3. Apel dan cokelat hitam
Kombinasi yang sedikit mengejutkan adalah apel merah dan dark chocolate. Apel mengandung zat antiinflamasi yang kuat yang disebut quercetin, terutama di bagian kulit dan bagian bawah kulit. Komponen ini melawan reaksi alergi, masalah jantung, Alzheimer, penyakit Parkinson, kanker prostat, dan kanker paru-paru.
Cokelat hitam, serta anggur hitam, berry, dan anggur merah, kaya akan antioksidan yang disebut catechin yang secara signifikan mengurangi faktor risiko untuk aterosklerosis dan kanker. Menggabungkan makanan-makanan ini bersama-sama akan meningkatkan aktivitas sistem kardiovaskular dan mencegah gangguan pembekuan darah.
4. Ikan dan bawang putih
Menggabungkan ikan dan bawang putih bukan hanya soal rasa, tapi kombinasi ini juga meningkatkan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan komponen anti-inflamasi dan mengurangi kadar kolesterol pada ikan, serta memanfaatkan asam lemak esensial omega 3. Efek penurun kolesterol akan lebih kuat saat menyantap dua makanan ini bersama.
Baca Juga: Ini Dia, Makanan Sehat yang Dijamin Lezat di Lidah
Ikan sendiri mengandung mineral seperti seng, besi, tembaga, yodium dan selenium, yang bekerja bersama sebagai komponen anti-inflamasi yang kuat.
5. Blueberry dan anggur
Sebuah penelitian medis dari Oregon State University yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research mengamati dampak berbagai bahan kimia pada sistem kekebalan tubuh manusia. Ditemukan bahwa dua senyawa, resveratrol yang ditemukan dalam anggur merah dan pterostilbene yang ditemukan dalam blueberry, ketika dikombinasikan dengan vitamin D, dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mencegah penyakit.
Buah beri kaya dengan antioksidan, vitamin, mineral dan serat. Sebuah studi medis yang diterbitkan dalam jurnal Preventing Chronic Diseases menemukan bahwa buah beri dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan neurodegeneratif, serta beberapa jenis kanker.
6. Bayam dan buah jeruk
Kombinasi vitamin C dan zat besi terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam sel. Karena itu, dianjurkan untuk menggabungkan makanan yang kaya vitamin C, seperti sayuran hijau, buah jeruk, tomat, stroberi, lada merah, melon, dan brokoli, dengan makanan nabati yang kaya akan zat besi, seperti bayam, kangkung, kacang hijau, dan daun bawang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia