Suara.com - Ria Irawan akhirnya buka suara terkait kondisinya yang belakangan dikabarkan menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening lagi. Padahal seperti diketahui, awal 2019 lalu Ria Irawan sempat dinyatakan membaik.
Melalui Instagram, Ria Irawan mengabarkan sedang mengalami kesulitan berbicara akibat tumor di otak. Karena itu, Ria Irawan pun sedang belajar untuk berbicara secara perlahan.
"Happy sunday, karena ada tumor di dalam kepala mengakibatkan saraf bicara saya tertekan," tulisnya.
Tetapi, apakah tumor otak yang Ria Irawan ini merupakan penyebaran dari kanker kelenjar getah beningnya yang aktif lagi?
Melansir dari American Cancer Society, penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain disebut metastasis. Tim medis bisa memprediksi risiko di mana kanker akan menyebar ke organ tubuh lain dengan melihat posisi kanker pertama kali muncul.
Proses penyebaran ini terjadi ketika sel kanker melepaskan diri dari tumor aslinya lalu masuk ke dalam darah dan sampai ke organ tubuh lainnya.
Begitu sel-sel kanker ini mengumpul di organ tubuh lain melalui darah, sel jahat itu akan membentuk tumor baru. Jadi, bermula dari tumbuhnya tumor di organ tubuh lain.
Hal ini bisa terjadi karena jantung memompa darah dari seluruh tubuh melalui pembuluh darah paru-paru sebelum mengirimnya ke tempat lain.
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti Massachusetts General Hospital (MGH) menemukan bahwa sel-sel kanker dari kelenjar getah bening metastasis dapat melarikan diri ke dalam sirkulasi dengan menyerang pembuluh darah nodal.
Baca Juga: Ria Irawan Alami Kesulitan Bicara karena Tumor di Kepala, Kok Bisa?
Kondisi ini bisa mengarah pada pengembangan metastasis di bagian tubuh lain.
Sejauh ini kanker kelenjar getah bening dipercaya bisa menyebar ke organ tubuh, seperti paru-paru, hati, tulang dan otak. Sel-sel kanker merah yang ditemukan dalam sirkulasi atau organ tubuh lain bisa saja berasal dari kelenjar getah bening metastasis, bukan tumor primer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia