Health / Women
Senin, 09 September 2019 | 13:24 WIB
Ilustrasi jerawat. (Shutterstock)

3. Obat oral

Ilustrasi pil KB sebagai obat oral untuk mengatasi jerawat. (Sumber: Shutterstock)

Obat oral untuk jerawat juga disebut perawatan sistemik, karena akan diserap ke seluruh tubuh Anda. Obat oral biasanya hanya tersedia dengan resep dari dokter. Obat-obatan ini biasanya digunakan untuk mengobati jerawat yang sedang hingga parah, yang tidak merespons obat topikal.

Tiga jenis obat sistemik yang digunakan untuk mengobati jerawat meliputi:

- Antibiotik
Pil antibiotik harian, seperti tetrasiklin, dapat membantu melawan bakteri dan infeksi dari dalam ke luar. Antibiotik biasanya digunakan bersamaan dengan obat topikal ketika gel dan krim saja tidak mampu memperbaiki kondisi jerawat Anda.

- Pil KB
Mengatur kadar hormon dapat membantu mengatasi jerawat pada sebagian wanita. Namun, Anda sebaiknya tidak menggunakan pil KB selama kehamilan. Jika Anda hamil, tanyakan kepada dokter apa yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan jerawat.

- Isotretinoin
Isotretinoin adalah obat kuat dalam keluarga retinoid yang berfungsi mengurangi ukuran kelenjar minyak sehingga minyak yang dihasilkan jadi lebih sedikit. Ini juga membantu mengatur pergantian sel kulit sehingga sel-sel mati tidak menghalangi pelepasan bakteri dan minyak berlebih dari pori-pori Anda. Isotretinoin biasanya diberikan kepada orang dengan jerawat kistik yang parah. Dokter mungkin akan meresepkannya ketika obat jerawat lain sudah tidak mempan. Namun, efek sampingnya bisa parah, sehingga obat jenis ini tidak untuk semua orang.

Pada obat oral, efek samping potensialnya bisa lebih serius. Antibiotik dapat membuat Anda sakit perut atau membuat Anda pusing. Jika Anda juga minum pil KB, gunakan metode kontrasepsi cadangan. Beberapa antibiotik mengurangi seberapa baik pil KB melindungi Anda dari kehamilan.

Jika Anda menggunakan pil KB untuk mengatasi jerawat, ketahuilah bahwa efek samping kontrasepsi oral termasuk peningkatan risiko pembekuan darah dan tekanan darah tinggi.

Isotretinoin oral juga dapat menyebabkan efek samping yang parah, terutama jika Anda hamil saat meminumnya. Cacat lahir yang parah telah dilaporkan pada bayi yang ibunya mengonsumsi isotretinoin selama kehamilan. Obat ini juga dapat meningkatkan risiko depresi dan pikiran untuk bunuh diri, serta memengaruhi kadar kolesterol dan fungsi hati Anda.

Baca Juga: Cara Singkat Usir Jerawat dengan Treatment Kombinasi

4. Prosedur medis

Ilustrasi perawatan medis dengan laser untuk mengatasi jerawat. (Shutterstock)

Meskipun tidak diresepkan sebagai obat biasa, beberapa prosedur medis dapat digunakan untuk mengobati jerawat yang parah. Semua prosedur ini biasanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis kulit. Tapi berita buruknya, prosedur medis ini seringkali tidak dapat dicover oleh perusahaan asuransi kesehatan.

Ini dia beberapa prosedur medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat:

- Drainase dan ekstraksi
Selama drainase dan ekstraksi, dokter secara manual akan mengeringkan kista besar yang terbentuk di bawah kulit Anda. Dokter akan menghilangkan cairan, kotoran, nanah, dan kulit mati di dalam kista untuk mengurangi infeksi dan rasa sakit. Dokter dapat menyuntikkan antibiotik atau steroid ke dalam kista untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko jaringan parut.

- Terapi laser
Terapi laser juga dapat membantu mengatasi infeksi jerawat. Sinar laser membantu mengurangi jumlah bakteri pada kulit Anda yang menyebabkan jerawat.

- Pengelupasan kimia dan mikrodermabrasi
Pengelupasan kimia dan mikrodermabrasi akan menghilangkan lapisan atas kulit Anda. Dalam prosesnya, komedo dan jerawat juga akan dihilangkan.

Load More