Suara.com - Artis cantik Sandra Dewi baru saja melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki. Sandra Dewi mengumumkan kelahiran anak keduanya yang diberi nama Mikhael Moeis melalui unggahan Instagram.
Anak kedua Sandra Dewi lahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 51 cm. Sandra Dewi terlihat sangat bahagia menyambut kehadiran anak keduanya.
"7 hari yang lalu, tgl 2-09-2019 jam 22.07 wib putra kami yang kedua Mikhael Moeis (Mika) telah lahir ke dunia dgn berat 3.5kg & panjang badan 51cm. Dari awal kehamilan sampai persalinan kl ini sangat penuh mujizat & cerita..Dari awal kehamilan yg ga eneg, ga muntah, sampe sering lupa kl lg hamil," tulisnya di Instagram.
Selain mengabarkan kelahiran anak kedua, Sandra Dewi juga menceritakan kegelisahannya menjelang persalinan anak keduanya. Memasuki usia kehamilan 37 minggu, posisi anak keduanya justru terbalik alias sungsang.
"Sampai minggu ke 37 weeks Mika posisi kepalanya blum balik kebawah (sungsang), kemudian saya & suami novena Tiga Salam Maria. Kl Mika memang mau lahir caesar/normal terserah Mika & Tuhan, krn buat saya lahir caesar/normal terserah dari anaknya & krn normal & caesar sama sama penuh perjuangan," sambungnya.
Hal itu membuat Sandra Dewi lebih banyak berdoa dan pasrah kepada Tuhan atas proses persalinan yang akan dijalani. Beruntungnya, posisi bayi Sandra Dewi berubah normal ketika memasuki minggu ke-38.
Selain Sandra Dewi, pastinya banyak Ibu yang mengalami hal sama ketika menjelang persalinan Si Kecil. Hal ini sering kali membuat wanita cemas karena idealnya, posisi kepala bayi berada dekat leher rahim dan menghadap belakang.
Sebenarnya posisi sungsang masih bisa berubah hingga mendekati HPL. Tetapi jika posisi bayi tidak berubah, maka Ibu harus menjalani persalinan caesar.
Melansir dari What to Expect, adapun beberapa hal yang menyebabkan posisi bayi Anda sungsang seperti yang sempat dialami Sandra Dewi.
Baca Juga: Istri Denny Cagur Positif Hamil Tanpa Tuba Falopi, Kok Bisa?
1. Abnormalitas uterus
Biasanya rahim berbentuk seperti pir terbalik, tetapi beberapa wanita memiliki kondisi rahim berbeda atau cacat. Sehingga abnormalitas ini bisa menyebabkan posisi bayi sungsang.
2. Lokasi plasenta
Jika posisi plasenta Anda rendah dan menutupi serviks atau dekat dinding rahim bisa menyebabkan bayi dalam posisi sungsang.
3. Volume cairan ketuban
Terlalu sedikit maupun terlalu banyak cairan ketuban bisa menyebabkan bayi dalam posisi sungsang. Karena, terlalu sedikit cairan bisa membuat bayi sulit bergerak dan terlalu banyak membuatnya mudah bergerak.
Berita Terkait
-
Park Shin Hye Hamil Anak Kedua, Siap Sambut Kelahiran pada Musim Gugur
-
AHY Malu-Malu Bahas Bayi di Rapat Kabinet, Menteri Lain Sudah Punya Cucu
-
Makna Nama AHY Junior, Anak Kedua AHY dan Annisa Pohan
-
Peran SBY di Nama Anak Kedua AHY dan Annisa Pohan, Terinspirasi Gelar Raja Mataram
-
Lanjutan Kasus Harvey Moeis: 10 Bos Timah jadi Tersangka Rugikan Negara Rp4,1 T, Apa Peran Mereka?
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?