Suara.com - Seorang ibu dari tiga anak asal ZhongShan, China, entah bagaimana bisa memasukkan alat pegas logam ke vaginanya sebagai pengganti alat kontrasepsi spiral atau IUD.
Benda ini ditemukan tim dokter ketika sang ibu pergi ke rumah sakit untuk meminta aborsi.
Menurut dokter kandungan yang menangani wanita tersebut, Fu Junhong, pada akhir Juli lalu wanita itu meminta aborsi saat kehamilannya sudah memasuki usia lima bulan.
"Selama pemeriksaan, kami menemukan cincin bersarang di antara vaginanya dan leher rahim. Itu adalah pegas logam yang telah diselimuti oleh jaringan vaginanya," ukar Fu Junhong, melansir AsiaWire via World of Buzz.
Setelah menjalani operasi darurat oleh tim dokter di Rumah Sakit Minzhong, dokter mengeluarkan pegas logam berukuran panjang 5 sentimeter dari vagina sang perempuan.
Diketahui pegas logam tersebut sudah berada di dalam vagina selama 1,5 tahun.
Karena jaringan vagina sudah menyelimuti benda asing tersebut, dokter harus memotongnya menjadi potongan-potongan seperti cincin.
Pegas itu dipotong menjadi 7 bagian dan diangkat perlahan-lahan, sepotong demi sepotong dalam operasi yang berlangsung 40 menit.
Fu menjelaskan, sang wanita menemukan pegas tersebut di sebuah bengkel dan berpikir jika memasukkannya ke vagina akan mencegah kehamilan.
Baca Juga: Morning After Pill, Seberapa Efektif untuk Mencegah Kehamilan?
Sehingga sang wanita mencucinya dan memasukannya sendiri.
"Itu sangat tidak ilmiah dan sangat tidak higienis," tambah Fu.
Untungnya, setelah operasi dilakukan sang wanita sama sekali tidak mengalami kerusakan jaringan atau infeksi.
Berita Terkait
-
Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan
-
Deretan Artis yang Umumkan Kehamilan dan Kelahiran di Awal 2026
-
Zaskia Sungkar Bagikan Perkembangan Kehamilan usai Masuki Trimester Tiga
-
CERPEN: Kehamilan yang Tak Pernah Diinginkan
-
Bahagia Nantikan Anak Perempuan, Al Ghazali Sempat Mimpi 'Titik Pink'
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?