Suara.com - Dari beberapa faktor pemicu kanker, usia adalah salah satunya. Biasanya kanker menyerang orang yang orang tua, karena sel mereka menua dan memiliki kerusakan DNA yang dapat menyebabkan kanker.
Menurut American Cancer Society kurang dari 1 dari 100 kasus kanker yang didiagnosis setiap tahun adalah anak-anak.
Sebagian besar kanker anak-anak tidak dapat dicegah atau diskrining, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, dan sangat sedikit kanker pada anak-anak yang disebabkan oleh faktor lingkungan atau gaya hidup.
Para ilmuwan menduga sekitar 1 dari 10 kanker anak-anak berasal dari genetika. Mereka juga mengatakan pertahanan terbaik melawan kanker anak-anak adalah diagnosis dan perawatan dini.
Sayangnya, tingkat kelangsungan hidup anak pengidap kanker di negara berpenghasilan menengah dan rendah hanya sekitar 20%. Dibandingkan dengan tingkat kelangsungan hidup di negara-negara berpenghasilan tinggi, sekitar 80%.
Melansir INSIDER, berikut beberapa contoh kanker yang menyerang anak-anak hingga usia dewasa.
1. Hepatoblastoma
"Sementara penelitian kami menunjukkan hepatoblastoma adalah kanker yang paling cepat berkembang pada anak-anak di bawah lima tahun, ini masih merupakan kanker yang sangat langka," kata penulis studi utama Jenny Poynter dalam sebuah pernyataan ketika temuannya dipublikasikan di jurnal JNCI Cancer Spectrum.
Tapi Poynter mengatakan hal ini tidak perlu dikhawatirkan.
Baca Juga: Idap Kanker Payudara, Gadis Ini Malah Mengisolasikan Diri, Mengapa?
Kasus Hepatoblastoma pada kelompok usia 0 hingga 4 telah meningkat di setiap wilayah di dunia kecuali Asia Selatan sejak akhir 1980-an, dengan diagnosis sekitar 2 hingga 6,5% setiap tahun, tergantung pada wilayahnya.
2. Kanker usus besar atau kanker kolorektal
Tingkat kanker usus besar meningkat tajam di antara kaum muda, dan para ahli kanker mengatakan pola makan yang buruk mungkin menjadi penyebab sebagian kasus tersebut.
Kanker kolorektal awal secara signifikan mengalami kenaikan di antara orang-orang berusia 30-an dan lebih muda di banyak negara di seluruh dunia, termasuk AS, Inggris, dan setidaknya delapan negara Eropa lainnya.
3. Kanker endometrium (salah satu contoh kanker rahim)
Sebuah studi yang diterbitkan di Lancet pada Februari menunjuk pada peningkatan yang mengkhawatirkan untuk kanker rahim dari 1995 hingga 2014.
Berita Terkait
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Gejala Beragam dan Sulit Terdeteksi, Ini Fakta tentang Autoimun
-
Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah
-
Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI