Suara.com - 4 Karakter Anak Generasi Alpha yang Harus Dididik Orangtua dari Sekarang.
Lahir dan besar di era kemajuan teknologi, membuat generasi Alpha, atau mereka yang lahir di tahun 2010/2011 hingga 2025, akan menghadapi berbagai macam tantangan dan kesempatan di masa depan.
Menurut Psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, beberapa tantangannya, antara lain ialah menanggung beban ekonomi yang tidak selesai di masa masa sekarang, bersaing dengan robot, harus memiliki pendidikan yang tinggi hingga akan adanya jutaan lapangan pekerjaan baru yang tercipta.
"Ada 2,5 juta bayi generasi Alpha yang lahir setiap minggunya. Tapi angka ini akan sedikit jumlahnya, karena saat mereka dewasa, akan ada banyak orangtua tidak produktif daripada yang produktif. Ini tentu menjadi tantangan juga bagi mereka," ujar Rosdiana dalam peluncuran inovasi terbaru S-26 Procal Gold di Jakarta, Kamis (19/9/2019).
Untuk itu, lanjut Rosdiana, generasi Alpha perlu memiliki kemampuan belajar yang progresif, yaitu kemampuan belajar yang terus berkembang, tidak hanya berhenti pada pendidikan formal. Hal ini dapat dimulai dengan membentuk sikap belajar yang dapat diasah, dengan melibatkan anak dan lingkungan.
Selain itu, di sekolah pun kata Rosdiana, anak bisa belajar dengan cara teamwork, berpikir kritis, kreatif dan berpikir secara mandiri. Cara belajar seperti ini akan membentuk empat karakter penting bagi anak, yang bermanfaat bagi mereka untuk bersaing di tengah tantangan yang akan datang.
Empat karakter tersebut, lanjut dia ialah, eksplorasi, di mana anak mau terus mencari hal baru yang dapat ia kembangkan, baik di dalam diei sendiri, maupun lingkungan.
"Untuk menemukan sesuatu yang baru, dia harus berpikir kritis. Berpikir di luar apa yang sudah ada dan mau banyak bertanya. Ketiga ialah memiliki jiwa kepemimpinan, dia dapat memimpin dirinya sendiri dan orang lain. Jiwa leadership harus dipupuk dari kecil agar dia bisa lebih fleksibel saat ia menjadi penduduk dunia," jelasnya.
Baca Juga: Ingin Anak Jenius, Belajarlah dari Pola Asuh Keluarga BJ Habibie
Terakhir ialah rasa empati, yakni memahami kebutuhan orang lain agar menciptakan solusi bagi lingkungannya. Nantinya, hal ini membuat mereka bisa menjadi seoramg spesialis di bidang yang mereka sukai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!