Suara.com - Mahasiswa Alami Sesak Napas karena Gas Air Mata, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Sejumlah mahasiswa mengaku sesak napas usai melakukan aksi di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019) kemarin. Banyak di antaranya yang harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Pengakuan mahasiwa, sesak napas usai terjadi usai aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Tapi benarkah gas air mata yang hanya memiliki efek perih di mata dapat menimbulkan sesak napas jika terhirup? Begini penjelasan medis versi Dokter Spesialis Paru, Dr. Erlang Samoedro, Sp.P saat dihubungi Suara.com Rabu (25/9/2019).
"Di kita zat kimia (seperti gas air mata) yang masuk ke saluran paru bisa menyebabkan sesak napas dan itu pasti," ungkap Dr. Erlang.
Keadaan dan situasi yang tengah terpacu adrenalin seperti demo dan olahraga akan membuat jantung berdegup gencang. Belum lagi sehabis berteriak sering kali membutuhkan udara lebih agar napas kembali normal, dan sayangnya keadaan penuh sesak itulah yang membuat pernapasan sulit.
"Karena dia butuh nafas cepat, karena situasi ditambah lagi dengan gas air mata ditambah masuk pasti jadi tambah lebih sesak," jelas Dr. Erlang
Saat jantung berdetak cepat karena adrenalin, maka kinerja paru-paru juga akan semakin cepat, dan udara yang terhirup tidak mencukupi, sehingga sesak napas semakin menjadi. Meski begitu Dr. Erlang mengatakan tidak akan ada efek berlebih.
"Efeknya sih hanya sesak nafas saja, logisnya dia lagi stres karena ada ribut-ribut, sehingga dia akan merasa sesak, karena kebutuhan oksigen akan meningkat kalau kemasukan (gas air mata)," lanjutnya.
Baca Juga: Mayoritas Korban Ricuh Demo Mahasiswa Sesak Napas, Anies: Tiga Dioperasi
Namun Dr. Erlang mengingatkan untuk waspada, saat orang tersebut merupakan penderita asma, maka harus segera mendapat pertolongan pertama. Jika pertolongan tidak mencukupi, maka segera bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat.
"Yang paling penting evakuasi dari itu tadi, hindari ke ruangan yang (sesak). Lebih ada oksigennya, kemudian tempatnya lebih luas dan tidak ada zat tercemar, itu aja, dia akan balik lagi sendiri," jelasnya.
Sedangkan bagi mereka yang masih mengaku sesak napas, maka cobalah untuk atur pola makan, perbanyak minum air putih untuk mengencerkan darah, tidak merokok dan rutin berolahraga.
Jika sudah berhari-hari maka segeralah periksakan diri ke dokter, lebih lagi gejalanya seperti debaran tidak menentu, dibarengi dengan keringat dingin, dan tubuh kebas atau kesemutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat