Suara.com - Bulan kesadaran kanker payudara diperingati setiap Oktober. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyakarakat pentingnya kesadaran dan deteksi dini kanker payudara.
Diagnosis dini penting dalam perawatan dan pengobatan kanker payudara. Selain itu, beberapa kebiasaan gaya hidup dipercaya bisa mencegah penyakit ini, misalnya dari makanan.
Ada pula makanan yang diyakini bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Berikut makanan yang perlu Anda waspadai seperti dilansir dari thehealthsite.
1. Susu
Susu sebenarnya menjadi ketubuhan diet yang bermanfaat untuk tubuh. Namun, di era sekarang tak sedikit makanan yang dipalsukan, termasuk susu.
Untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan produk susu, peternak sapi perah akan menyuntikkan sapi dengan hormon untuk meningkatkan produksi susu. Ini pada akhirnya bisa berdampak pada kesehatan wanita yang menempatkannya pada risiko kanker payudara yang lebih tinggi.
2. Lemak jenuh dan lemak trans
Lemak jenuh dan lemak trans dari makanan olahan bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Hindakan pula makanan olahan seperti keripik dan cookies.
Sebaliknya, konsumsilah buah-buahan dan sayuran yang mengandung lemak baik yang bermanfaat untuk mengurangi risiko kanker payudara.
Baca Juga: Dukung Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Vans Rilis Koleksi Khusus
3. Banyak asupan gula
Mengurangi asupan gula terbukti bermanfaat untuk pasien yang menjalani perawatan kanker. Menurut jurnal Cancer Causes and Control, wanita yang mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi memiliki risiko 27 persen lebih tinggi terkena kanker payudara dibanding mereka yang mengonsumsi lebih sedikit gula.
Karbohidrat dalam makanan manis bisa membuat tubuh kita melepaskan banyak insulin yang mendorong pertumbuhan sel kanker.
4. Daging merah
Meski dianggap baik untuk kesehatan, seseorang harus berhati-hati mengonsumsi daging merah. Daging beku, daging merah yang diawetkan dan diproses mengandung banyak garam, lemak dan pengawet yang lebih tinggi.
Hal ini bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Hindari hal ini dan pilihlah daging merah yang baru dipotong.
Berita Terkait
-
Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Apakah Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Ketahui Dulu Hal Ini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?