Suara.com - Jangan Tunggu Parah, Kenali 7 Gejala Awal Infeksi Saluran Kemih
Nyeri saat kencing, nyeri di perut bagian bawah, hingga demam merupakan gejala utama infeksi saluran kemih. Namun, tahukah Anda bahwa ada gejala awal yang bisa menandakan infeksi saluran kemih sebelum nyeri-nyeri tersebut muncul?
Dilansir dari Bustle.com, Dr Janette Nesheiwat, pakar emergensi medis dan dokter keluarga, mengatakan bahwa infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kencing (uretra).
"Ini bisa terjadi jika Anda mengenakan pakaian yang terlalu ketat, kurang bersih setelah menggunakan kamar mandi, atau lupa buang air kecil setelah bercinta," ucapnya, seperti ditulis Kamis (10/10/2019).
Penyakit infeksi saluran kemih sangatlah umum, tapi bisa sangat menyakitkan. Jadi, pada saat Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres, Anda bisa pertimbangkan untuk mengambil tindakan.
"Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meredakan gejalanya adalah menggunakan bantal pemanas di perut bagian bawah, minum banyak air, dan menghindari minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih, seperti kopi, alkohol, atau minuman ringan yang mengandung jus jeruk atau kafein," ungkap Ashley Wood, RN, BSN, seorang perawat terdaftar dan kontributor Demystifying Your Health, LLC.
Satu-satunya cara nyata untuk membersihkan infeksi saluran kemih adalah dengan antibiotik, kata Wood. Jadi, jika Anda tidak merasa lebih baik dalam satu atau dua hari, dan terutama jika gejala yang tercantum di bawah semakin memburuk, segera beri tahu dokter.
Nah, penasaran ingin tahu gejala awal infeksi saluran kemih? Cek 7 tandanya berikut ini:
1. Urine Berbau
Baca Juga: Deteksi Hipertensi Sejak Dini, Perhatikan Kebiasaan Kencing di Malam Hari
Jika kencing Anda biasanya jernih atau kuning muda, lalu berubah menjadi merah dan gelap, maka sudah sepatutnya Anda waspada. Karena ketika datangnya infeksi saluran kemih, urin yang keruh bisa menjadi salah satu tanda pertama.
"Bagi sebagian besar orang sehat yang hidrasi dengan baik, urin seharusnya hampir tidak berbau atau dalam beberapa kasus seharusnya hanya memiliki sedikit aroma amonia," kata S. Adam Ramin, MD, ahli urologi dan direktur medis Spesialis Kanker Urologi di Los Angeles.
Jadi, perlu perhatikan juga aromanya. "Jika Anda tiba-tiba menemukan bau busuk atau bau yang tidak biasa, ini mungkin mengindikasikan infeksi saluran kemih atau batu kemih, terutama jika baunya juga disertai dengan yang keruh," kata Ramin.
"Tanda-tanda ini memerlukan kunjungan ke dokter untuk evaluasi. Jika Anda dapat mengetahuinya lebih awal, ada peluang lebih baik untuk mengobatinya sebelum timbul gejala yang lebih tidak diinginkan," ujarnya.
2. Buang air lebih sering
Gejala awal lain dari infeksi saluran kemih yang akan datang adalah merasa perlunya Anda buang air kecil lebih sering dari biasanya, ucap ahli endokrinologi reproduksi Dr. Janelle Luk, yang merupakan direktur medis dan salah satu pendiri Generation Next Fertility.
3. Gampang kebelet
Perlu diingat bahwa gejala infeksi saluran kemih Anda akan tergantung pada tingkat keparahan infeksi, kata Wood. Tanda awal lain yang harus diwaspadai adalah keinginan kuat untuk buang air kecil.
"Ini adalah dampak dari peradangan area kandung kemih dan uretra Anda akibat infeksi. Peradangan memberi tekanan pada reseptor (ujung syaraf yang peka) yang memberi sinyal ketika Anda perlu buang air kecil," tambahnya.
Ingin tahu gejala awal infeksi saluran kemih selanjutnya? Simak halaman selanjutnya ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat