Suara.com - Sering Digunakan untuk Bunuh Diri, Polisi Prancis Sita Obat Tidur Ilegal
Pencegahan bunuh diri juga melibatkan sektor farmasi dan obat-obatan. Salah satu caranya, adalah dengan memperketat pengawasan terkait obat yang lazim digunakan untuk percobaan bunuh diri.
Di Prancis, polisi mengadakan razia besar-besaran dan menyita sejumlah botol yang berisi obat tidur ilegal Nembutal. Kantor Kejaksaan Prancis menyebut, obat-obatan ini kerap digunakan oleh orang yang ingin melakukan bunuh diri.
Dilansir VOA Indonesia, peraturan di Perancis tentang 'hak untuk mati' hanya mengizinkan eutanasia pasif untuk pasien-pasien yang sakit parah atau mengalami cedera berat. Eutanasia pasif dilakukan dengan menghentikan penggunaan alat-alat kedokteran untuk memperpanjang hidup mereka.
Tapi peraturan itu tidak mengizinkan orang-orang yang sakit dan lansia untuk melakukan bunuh diri.
Para pejabat Amerika memberi tahu polisi Prancis bulan Juli lalu bahwa beberapa paket yang berisi Nembutal, obat tidur buatan perusahaan telah ditemukan ketika akan dibawa ke Perancis dan disamarkan sebagai bahan-bahan kosmetik.
Obat yang semula dibuat oleh perusahaan Denmark Lundbeck, dilarang di Prancis sejak tahun 1996. Pabrik obat Denmark itu telah memberi izin kepada perusahaan di Amerika untuk membuatnya.
Di Prancis, Nembutal kerap digunakan untuk bunuh diri. Penyalahgunaan obat ini paling banyak terjadi di kelompok lansia, yang merasa ingin mengakhiri hidupnya dengan tenang dalam tidur. [VOA Indonesia]
Baca Juga: Kenapa Selebriti Lebih Rentan Depresi dan Bunuh Diri? Ini Penelitiannya
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial