Suara.com - Bayi Cegukan Tanpa Henti Baik untuk Pernapasannya, Kok Bisa?
Orang tua akan dilingkupi rasa khawatir saat melihat bayinya cegukkan begitu lama. Tapi, tahukah? jika ternyata cegukkan selama delapan menit secara terus menerus bermanfaat untuk bayi loh.
Mengutip dailymail, Selasa (12/11/2019) para ilmuwan menemukan cegukan pada bayi menghasilkan dua gelombang otak yang bisa merespon kerja dada mereka. Gelombang ini terjadi bersamaan dengan bunyi 'hic' saat bayi cegukan.
Fenomena itu ternyata bermanfaat agar bayi mampu belajar lebih cepat mengendalikan pernapasan mereka. Cegukan sendiri menyebabkan gerakan diafragma secara tiba-tiba, sehingga gelombang otak nantinya bisa melatih bayi untuk mengendalikan otot diafragma.
Dalam studi ini, peneliti University College London (UCL) merekrut 217 bayi, dan berhasil menemukan 13 bayi dengan cegukan persisten atau tanpa henti berturut-turut hingga 8 menit. Menggunakan elektroda di kepala bayi, peneliti kemudian menemukan gelombang otak terjadi saat bayi cegukkan.
"Dari pengalaman pribadi, istri saya dulu sangat khawatir ketika bayi perempuan kami cegukan. Tetapi temuan ini menununjukkan cegukan punya manfaat," ujar Dr. Lorenzo Fabrizi, peneliti senior UCL.
Menurutnya, aktivitas yang diakibatkan oleh cegukan berpotensi membantu otak bayi untuk belajar bagaimana memonitor otot-otot pernapasan sehingga pernapasan dapat dikendalikan secara mudah dengan menggerakkan diafragma ke atas dan ke bawah.
Sekedar informasi, tidak hanya setelah lahir, bayi di dalam rahim sudah mulai cegukan pada awal kehamilan sembilan minggu. Sedangkan bayi prematur atau yang lahir kurang dari 9 bulan bisa cegukan selama 15 menit dalam sehari.
Dalam penelitian, bayi berusia 30 hingga 42 minggu diamati, lalu terjadi 10 cegukan saat bayi bangun tidur, tiga cegukan saat tidur sambil menggeliat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!