Suara.com - Kelelahan ternyata tidak hanya disebabkan oleh banyaknya aktivitas yang telah dilakukan, tetapi juga dapat terjadi ketika tubuh terpapar suhu tinggi.
Heat exhaustion atau kelelahan akibat suhu tinggi terjadi ketika suhu tubuh meningkat secara berlebihan tetapi tubuh tidak dapat mendinginkan diri secara cepat.
Hal ini biasanya dirasakan oleh orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah, seperti atlet dan pekerja di luar ruangan. Meski begitu, pada dasarnya kelelahan ini dapat terjadi pada siapa saja.
Bayi, anak kecil, dan orang tua lebih rentan mengalami kelelahan akibat suhu tinggi ini.
Kondisi ini juga dapat terjadi jika Anda duduk terlalu lama di dalam mobil yang panas atau area dalam ruangan tanpa sirkulasi udara yang tepat.
Tidak separah heat stroke, heat exhaustion sering disertai dehidrasi.
Melansir Boldsky, ada dua jenis heat exhaustion, yaitu:
Penipisan air
Jenis heat exhaustion yang disebabkan oleh berkurangnya kadar air di dalam tubuh.
Baca Juga: Kelelahan Resepsi, Pengantin Wanita Meninggal Seminggu Setelah Nikah
Tanda spesifiknya temasuk rasa haus yang berlebihan, tubuh lemas, sakit kepala, dan hilang kesadaran atau pingsan.
Penipisan garam
Hal ini terjadi ketika tubuh Anda kehilangan garam tanpa adanya pengganti. Tandanya adalah mual, muntah, kram otot dan pusing.
Jika tidak ditangani tepat waktu, heat exhauztion dapat menyebabkan heat stroke. Heat stroke dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan organ vital lainnya serta kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia