Di dalam rumah gadang yang begitu besar, umumnya terdapat lebih dari satu keluarga. Bisa empat bahkan sampai tujuh keluarga.
Itu juga yang membuat peran Bundo Kanduang Sako begitu penting. Ia muncul sebagai tiang keluarga, sosok kunci penyelesaian masalah sekaligus penjaga adat, nilai dan peradaban.
"Satu rumah gadang biasanya memiliki satu Dato yang akan mengepalai rumah adat masing-masing dan Bundo Kanduang Adat, adalah ibu dari Dato," tambah Gusnawilis.
Tapi kata Sofia dan Gusnawilis, semua perempuan Minang yang telah menikah memiliki peran yang sama, mereka semua adalah Bundo Kanduang, si ibu sejati anak-cucu Minang.
Maka tak heran jika semua anak dalam satu rumah gadang atau kaum bukan hanya tanggungjawab ibu kandungnya saja, tetapi juga para Bundo Kanduang.
"Jadi misal ada anak sedang tidur dalam ayunan, siapa saja yang ada di rumah gadang dan melihatnya, diayun anaknya," tambah Sofia.
Lain Bundo Kanduang Sako lain juga organiasi. Bundo Kanduang Organisasi pertama kali dibentuk pada 18 November 1974 lewat musyawarah daerah Bundo kanduang di Kota Payakumbuah.
Ketua pertama Bundo Kanduang saat itu adalah almarhumah Jamilah Djambek. Kini, peran yang sama diemban oleh Puti Reno Raudha Thaib, seorang sastrawati, budayawati, dan akademisi sekaligus ahli waris Kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat.
"Organisasi ini juga terdiri dari seorang perempuan Minangkabau yang telah menikah kemudian yang beragama Islam kemudian dia menurut kegiatan yang menyangkut dengan adat istiadat Nagari dan melaksanakan kegiatan ABS-SBK atau adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah," tambah Gusnawilis.
Baca Juga: Cegah Stunting di Sumatera Barat dengan Manjujai, Bagaimana Caranya?
Di Kabupaten Tanah Datar, terdapat sekitar 14 kecamatan dengan 75 Nagari di dalamnya.
Peran organisasi pun beragam, mulai dari menjaga budaya dan adat-istiadat Minangkabau, menjadi kader pemberdayaan anak dan perempuan sampai turun melalukan penyuluhan ilmu perkawinan.
"Kami Bundo Kanduang turun ke kecamatan memberi ilmu parenting kepada calon pengantin. Mengajarkan pola asuh untuk anak dan mengajarkan anak bagaimana melayani orangtua seperti ibu dan bapak," tutup Sofia.
Kini Bundo Kanduang menjadi salah satu kader pembangunan masyarakat adat Minang. Mereka dilibatkan dalam banyak kegiatan. Meski rumah gadang berganti jadi tembok-tembok perumahan, Nagari berubah menjadi cluster dan perkampungan multikultural, namun peran luhur tersebut akan terus diturunkan, sampai nanti.
Ramo-ramo si kumbang janti, Katik endah pulang bakundo, Patah tumbuah hilang baganti, Pusako lama baitu juo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi