Suara.com - Seorang wanita asal China usia 20 tahun mencari pengobatan untuk masalah keseimbangan dan merasa selalu pusing selama bertahun-tahun.
Tetapi, dokter yang memeriksa keluhan wanita tersebut justru menemukan fakta mengejutkan. Hasil CT scan dan MRI menunjukkan bahwa wanita tersebut hidup tanpa otak kecil.
Kasus wanita muda yang hidup bertahun-tahun tanpa otak kecil ini pun ditulis dalam sebuah studi kasus yang diterbitkan dalam jurnal Brain. Ia termasuk dalam kelompok kecil yang terdiri dari 9 orang dengan kondisi tersebut.
Menurut laporan yang dilansir dari Fox News, wanita tersebut didiagnosis dengan cerebellar agenesis. Meskipun lahir tanpa otak kecil, wanita itu tetap bisa belajar berjalan dan berbicara ketika usia 6-7 tahun walau cukup kesulitan. Hal itu disebabkan oleh otak kecilnya yang tidak ada.
Padahal otak kecil berfungsi dalam menentukan kemampuan dan keseimbangan motorik. Para ilmuwan juga menemukan bahwa otak kecil terlibat dalam bahasa dan fungsi serupa lainnya.
James Knierim dari Universitas Johns Hopkins berbicara lebih banyak tentang otak kecil dan fungsinya dalam buku Neuroscience yang disediakan oleh McGovern Medical School dari University of Texas Health.
Knierim mengatakan bahwa otak kecil dianggap sebagai bagian dari sistem motorik, tetapi fungsinya melampaui kontrol motor.
Sembilan kasus orang yang hidup tanpa bagian penting di tubuhnya ini telah mengungkapkan fungsi otak ketika masih kecil.
Namun, kasus orang yang hidup tanpa otak kecil telah menjadi perdebatan ahli dalam sebuah laporan Wired. Para ilmuwan seperti Mitchell Glickstein menantang kasus tersebut karena laporan tidak menjelaskan secara spesifik tentang kesulitan fisik yang dihadapi pasien.
Baca Juga: Sudah Pasang Ring, Bisakah Pasien Terkena Serangan Jantung Lagi?
Kasus cerebellar agenesis pada anak dengan kelainan parah juga membuat mereka menderita epilepsi atau lesi otak, bahkan kasus ini sering berakhir dengan kematian dini.
Namun, wanita muda asal China itu justru melalui perkembangan masa kanak-kanak yang relatif normal dan hanya mengalami cacat motorik ringan. Hal ini seolah menunjukkan bahwa otak bisa beradaptasi.
Jonathan Keleher salah satu penderita cerebellar agenesis juga memiliki kehidupan yang bahagia. Keleher memiliki sedikit kekurangan dalam hal berjalan, berbicara dan keseimbangan. Tetapi pemuda itu menjalani kehidupan yang cukup normal dan produktif.
Keleher digambarkan sebagai orang yang suka mendengarkan percakapan. Tapi, Keleher memang kesulitan memahami emosi dan pemikiran mendalam seperti halnya orang dengan otak kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui