Suara.com - Menggunakan toilet umum memang bukanlah pengalaman yang menyenangkan, khususnya dalam hal kebersihan. Tapi, ketika 'panggilan alam' sudah mendesak, mau tak mau kita harus menggunakannya, tanpa ada pilihan lain.
Untuk membuat kita merasa nyaman mengenai kebersihannya, tak sedikit yang melapisi dudukan toilet dengan tisu toilet. Ya, memang tak ada salahnya melakukan ini, tapi beberapa penelitian mengungkap dengan melakukan hal tersebut, bukan berarti Anda sudah sepenuhnya aman dari segala mikroba.
Toilet tetaplah toilet. Ada kuman di mana pun, meskipun Anda sudah melapisinya dengan tisu toilet. Jadi sebenarnya, ini bukanlah jalan keluar terbaik. Berikut alasan lebih lengkap, mengapa menggunakan tisu toilet tak sepenuhnya melindungi Anda dari kuman, dilansir dari Bright Side.
1. Ada bakteri di mana-mana
Setiap kali kita menyiram toilet, bakteri dari kotoran akan terbang di udara sebelum akhirnya menempel di semua benda yang dekat dengan toilet. Anda dapat menemukan bakteri di toilet itu sendiri, dinding kamar mandi, gagang pintu, dan bahkan gulungan tisu toilet.
Tisu menyerap kelembaban dengan sangat baik dan merupakan lingkungan yang bagus bagi bakteri untuk berkembang biak. Jadi, ketika Anda menutupi dudukan toilet dengan tisu toilet sebelum duduk di atasnya, Anda pada dasarnya hanya menutupi permukaan yang terkontaminasi dengan bahan yang lebih terkontaminasi.
Penyebaran bakteri sebenarnya dapat dicegah jika kita menyiram toilet dengan menutupnya. Tetapi tidak ada yang tahu pasti, apakah orang yang menggunakan toilet sebelum kita melakukannya atau tidak. Meski begitu, di beberapa toilet umum, gulungan kertas toilet ditutupi dengan perisai plastik yang melindungi mereka dari bakteri.
2. Dudukan toilet tidak sekotor seperti yang kita duga
Anehnya, dudukan toilet sendiri bukan tempat paling kotor di kamar mandi. Seorang ahli mikrobiologi bernama Charles Gerba percaya bahwa permukaan yang paling sering disentuhlah yang menimbulkan ancaman tertinggi.
Baca Juga: Tidak Cuci Tangan dari Toilet Lebih bahaya Daripada Makan Daging Mentah
Misalnya, orang lebih cenderung menyentuh kenop pintu, wastafel, dan gulungan kertas toilet dengan tangan yang tidak dicuci. Saat itulah mereka meletakkan mikroba tambahan di atasnya. Adapun dudukan toilet, mereka jarang bersentuhan langsung dengan kulit kita atau bagian lain dari tubuh kita. Bahkan, ada banyak orang yang menyekanya dengan tisu atau antiseptik pribadi sebelum menggunakannya.
3. Melapisi dudukan dengan tisu toilet tidak sepenuhnya membantu melindungi
Menggunakan tisu toilet yang ditempatkan di dudukan toilet tidak akan mengurangi peluang Anda untuk terkontaminasi kuman. Ini tidak berfungsi sebagai lapisan pelindung karena tisu toilet itu sendiri telah terkontaminasi dengan mikroba yang sama dan mungkin lebih banyak karena banyak disentuh oleh orang lain.
Sebagai gantinya, Anda dapat membawa tisu higienis pribadi dan menggunakannya untuk menutupi dudukan toilet sehingga berpotensi mengurangi jumlah bakteri yang bersentuhan dengan kulit Anda. Jika Anda tidak memilikinya, mungkin lebih baik tidak menyentuh kursi sama sekali.
4. Sangat sulit untuk tertular sesuatu dari dudukan toilet
Memang benar bahwa kamar mandi penuh dengan bakteri. Tetapi tidak perlu paranoid. Jika sistem kekebalan tubuh Anda sehat dan kuat, serta Anda mengikuti aturan kebersihan yang sederhana, sangat sedikit peluang Anda untuk mengalami efek negatifnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?