Suara.com - Banyak orang dewasa berpikir mereka bisa bertahan dengan tidur yang kurang dari 7-9 jam semalam. Tapi kebiasaan ini justru akan berdampak pada otak dan tubuh Anda sendiri di kemudian hari.
"Semakin pendek jam tidur, semakin pendek hidup Anda," ujar seorang ahli saraf, Matius Walker kepada Business Insider.
Berikut beberapa konsekuensi lain dari kurangnya waktu tidur terhadap kesehatan fisik dan mental Anda.
1. Kurang tidur dikaitkan dengan risiko tinggi terhadap kanker tertentu
Kurang tidur dan jadwal tidur yang terganggu telah dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa kanker, terutama kanker usus besar dan payudara.
2. Sebabkan penuaan kulit akibat kelelahan
Kualitas tidur yang buruk memiliki korelasi dengan masalah kulit kronis, menurut penelitian dari University of Wisconsin.
Penelitian juga menemukan, ketika kulit rusak oleh matahari atau faktor-faktor lain, kondisi ini tidak mudah sembuh pada orang yang kekurangan tidur. Sehingga mereka akhirnya menunjukkan lebih banyak tanda-tanda penuaan kulit.
3. Orang yang kelelahan memiliki waktu sulit untuk mengendalikan impuls mereka, berpotensi menyebabkan perilaku tidak sehat dan penambahan berat badan.
Baca Juga: Studi: Dampak Kurang Tidur Ternyata Lebih Buruk dari Dugaan Ilmuwan
Peneliti menduga hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon akibat kekurangan tidur. Ketidakseimbangan hormon juga berkaitan dengan tingginya indeks massa tubuh dan obesitas.
4. Orang yang kurang tidur mudah merasa kesepian, dan ini menyebabkan mereka sulit tidur nyenyak.
Kurang tidur membuat orang dewasa muda juga kurang terhubung secara sosial dengan orang lain, dan membuat mereka mudah merasa kesepian, kata peneliti.
Sayangnya, orang yang kesepian cenderung sulit tidur nyenyak. Tidak heran jika peneliti menyebut kondisi ini sebagai lingkaran setan.
Berita Terkait
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal
-
Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS
-
Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh