Suara.com - Segala hal yang berada di dalam tubuh kita secara tidak langsung dapat menunjukkan bagaimana kondisi kesehatan kita sendiri, termasuk kotoran telinga.
Sayangnya banyak orang yang seakan lupa dengan limbah dari tubuh ini. Untuk mengingatkan Anda, berikut beberapa fakta tak terduga tentang kotoran telinga yang jarang diketahui, melansir Huffington Post.
1. Berfungsi untuk melumasi telinga
Artinya, kotoran telinga ini memiliki fungsi untuk melindungi Anda dari rasa gatal, sama halnya seperti air mata yang berfungsi untuk membahasi mata, kata Penn Medicine.
2. Membuat bagian dalam telinga bersih
Penumpukan kotoran telinga itu terdiri dari sel kulit mati yang mengelupas, kotoran atau debu yang mencoba masuk ke dalamnya. Tapi percaya atau tidak, kotoran ini dapat keluar dengan sendirinya.
Setiap gerakan rahang, baik berbicara atau mengunyah, mendorong kotoran telinga ke arah luar. oleh sebabnya dokter tidak menyarankan untuk membersihkan telinga menggunakan cotton bud.
Kebanyakan ahli setuju untuk membiarkan kotoran telinga tersebut, kecuali apabila Anda sudah mengalami masalah pendengaran karenanya.
3. Kotoran telinga bervariasi berdasarkan ras
Baca Juga: Cek Kesehatan Lewat Warna Kotoran Telinga, Anda yang Mana?
Perbedaan kotoran telinga kering dengan basah kemungkinan berhubungan dengan ras, menurut sebuah penelitian.
Peneliti Monell Center menemukan, seperti halnya keringat, senyawa kimia dalam kotoran telinga berbeda antara ras, dan molekul yang menghasilkan bau pada kotoran umumnya lebih tinggi di ras Kaukasia daripada Asia Timur.
4. Stres atau ketakutan dapat meningkatkan produksi kotoran telinga
Kelenjar yang mengeluarkan kotoran telinga adalah kelenjar aprokin, yang bertanggung jawab atas keringat Anda paling bau.
Seperti halnya stres yang dapat membuat tubuh lebih berkeringat dan beraroma buruk, stres bersama dengan respons emosional kuat lainnya, seperti ketakutan juga dapat meningkatkan produksi kotoran telinga Anda, menurut American Speech-Language-Hearing Association.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?