Suara.com - Tidak ada cinta yang lebih besar dari cinta seorang ibu terhadap buah hatinya. Mereka mau melakukan apapun hanya demi melindungi orang-orang tersayangnya.
Ada banyak hal yang dapat dilakukan sang anak untuk membalas semua kebaikan sosok yang telah melahirkannya, salah satunya hanya dengan menghabiskan waktu bersama.
Menghabiskan waktu bersama ibu tidak hanya semakin mempererat hubungan antar orangtua-anak, tetapi juga dapat membuat mereka hidup lebih lama. Hal ini berkaitan dengan bagaimana mereka tidak akan merasa kesepian.
Penelitian 2012 yang dilansir dari Babygaga menunjukkan, kesepian memiliki peran besar dalam kualitas hidup orang tua, khususnya betapa mereka menikmati hidup.
Merasa kesepian dapat memiliki efek negatif pada kesehatan mental, gangguan kognitif, dan bahkan masalah kesehatan fisik, yang semuanya dapat menyebabkan kematian lebih awal.
Responden studi ini adalah 1.600 orang tua dengan rerata usia 71 tahun. Peneliti mendapati 23 persen dari mereka yang mengaku kesepian meninggal dalam waktu enam tahun penelitian tersebut.
Sementara itu, hanya 14 persen dari mereka yang memiliki kehidupan sosial aktif diketahui meninggal pada periode tersebut.
Sebuah studi berbeda yang diterbitkan lebih dahulu menunjukkan, merasa terisolasi dapat menempatkan orang tua pada risiko sebanyak orang obesitas.
Kita tahu pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial sehingga tentu akan menikmati waktu kebersamaan dengan orang lain. Jadi, aktif secara sosial dan menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Baca Juga: Perayaan Hari Ibu ala Selebriti, Komika hingga Politisi
Seperti pepatah lama, "tertawa adalah obat terbaik". Ya, tertawa dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, dan merangsang aliran darah serta aktivitas otak.
Jadi, secara tidak langsung menurut penelitian tersebut, berinteraksi dengan ibu dan membuatnya bahagia dapat membuat mereka hidup lebih lama.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Hari Laut Sedunia: Ketika Surfing Menjadi Cara Perempuan Merawat Kesehatan Mental
-
Olahraga Pagi dan Kesehatan Mental: Kebutuhan atau Sekadar Tren?
-
Dunia Semakin Canggih, tetapi Mengapa Banyak Orang Ingin Hidup Sederhana?
-
Dilema Gen Z: Menikmati Hidup agar Bahagia vs Jaga Stabilitas Finansial
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!