Suara.com - 4 Cara Ampuh Atasi Susah BAB saat Traveling
Memasuki libur panjang Natal dan Tahun Baru, mengisi hari libur atau cuti kerja dengan bepergian memang jadi salah satu cara untuk melepas stres.
Sayangnya, kegiatan ini sering kali menyebabkan susah BAB atau sembelit. Bila tidak diatasi, kondisi ini bisa merusak suasana hati karena gejalanya yang mengganggu. Jangan cemas, simak tipsnya berikut ini.
Rata-rata jadwal BAB yang normal adalah 3 kali seminggu, tapi beberapa orang ada yang lebih dari itu. Bila Anda merasa rutinitas buang air besar berkurang dari biasanya, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang sembelit.
Cara mengatasi sembelit saat bepergian, sebenarnya tidak berbeda dengan cara yang umumnya dilakukan. Hanya saja, Anda perlu menyesuaikan dengan situasi Anda yang sedang menempuh perjalanan. Mari bahas satu per satu cara ampuh terbebas dari susah BAB saat traveling berikut ini dilansir Hello Sehat.
1. Makan makanan berserat
Kekurangan serat jadi penyebab umum susah buang air besar. Jadi, selama perjalanan pastikan Anda meningkatkan asupan makanan tinggi serat, contohnya pisang, apel, pepaya, melon, kacang-kacangan, dan sayuran. Anda bisa menyiapkan makanan ini sebagai bekal sebelum bepergian atau membelinya.
Makanan berserat dapat melunakkan tekstur feses sehingga mudah dikeluarkan. Selain itu, serat juga menambah jumlah feses sehingga lebih cepat melewati usus untuk dikeluarkan. Cara mengatasi susah BAB saat traveling ini sangat direkomendasikan karena mudah untuk Anda lakukan.
2. Minum obat pencahar
Baca Juga: Dikira Dokter Hanya Sembelit, Balita 3 Tahun Meninggal akibat Kanker Langka
Cara mengatasi susah BAB saat traveling selanjutnya adalah minum obat pencahar. Anda bisa menggunakan obat pencahar tablet yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.
Minum obat ini membantu melunakkan feses dan mengaktifkan usus untuk bergerak aktif sehingga mempermudah Anda untuk mengeluarkan feses. Pastikan Anda selalu baca aturan pakai dan minum obat sesuai dosis yang dianjurkan.
Jadi, jangan lupa untuk selalu menyediakan obat ini dalam daftar obat-obatan yang Anda bawa saat bepergian.
3. Banyak minum air
Supaya lebih cepat mengatasi BAB saat traveling, cara yang bisa dilakukan selanjutnya adalah minum yang banyak.
Memang, kebanyakan orang cenderung menahan diri untuk tidak minum air terlalu banyak. Padahal, kebiasaan tersebut justru semakin mempersulit BAB. Jadi, sebaiknya tetap minum yang banyak, karena cairan bisa membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026