Suara.com - Kolesterol tinggi dikenal menjadi momok bagi kesehatan. Terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol.
Sayangnya, beredar informasi mengenai kolesterol yang terlanjur dipercaya padahal hanyalah mitos. Seperti dirangkum dari Health, berikut mitos tentang kolesterol.
1. Telur itu jahat
Memang benar bahwa telur memiliki banyak kolesterol makanan lebih dari 200 mg. Tapi kolesterol makanan tidak separah yang diduga selama ini. Hanya sebagian dari kolesterol dalam makanan berakhir sebagai kolesterol dalam aliran darah Anda, dan jika asupan kolesterol Anda meningkat, tubuh Anda menggantinya dengan memproduksi lebih sedikit kolesterol sendiri.
Meskipun Anda tidak ingin berlebihan, makan satu atau dua telur beberapa kali seminggu tidak berbahaya. Faktanya, telur adalah sumber protein yang sangat baik dan mengandung lemak tak jenuh atau lemak baik.
2. Kolesterol selalu buruk
Ketika kebanyakan orang mendengar "kolesterol", mereka selalu mengaitkannya dengan "buruk." Kenyataannya lebih kompleks. Kolesterol tinggi bisa berbahaya, tetapi kolesterol itu sendiri sangat penting untuk berbagai proses tubuh, dari isolasi sel-sel saraf di otak hingga menyediakan struktur untuk membran sel.
3. Label bertuliskan "0 mg kolesterol" selalu sehat bagi jantung
Bagian kolesterol dari label nutrisi mengacu pada kolesterol makanan. Semakin rendah angkanya dianggap semakin baik. Padahal kenyataannya, itu hanya merupakan salah satu hal yang ditemukan dalam makanan yang dapat menyebabkan kolesterol Anda melambung tinggi.
4. Anak-anak tidak akan memiliki kolesterol tinggi
Penelitian telah menunjukkan bahwa penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung dapat dimulai sejak usia delapan tahun.
Anak-anak dengan kolesterol tinggi harus melakukan diet yang membatasi lemak jenuh dan kolesterol makanan serta lebih banyak olahraga juga dianjurkan.
Baca Juga: Seiring Bertambah Usia, Lemak Perut Berdampak Buruk untuk Berpikir
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?