Suara.com - Pneumonia Misterius di China Disebabkan Virus Korona Jenis Baru?
Lebih dari 50 orang di China menderita penyakit pneumonia misterius. Temuan terbaru menyebut, penyakit ini bisa saja disebabkan oleh virus korona jenis baru.
Dilansir VOA Indonesia, pihak berwenang kesehatan China belum mengesahkan laporan yang dirilis stasiun TV pemerintah China, CCTV.
Virus korona menyebar melalui batuk, bersin, atau sentuhan dari orang yang terjangkit. Virus itu menyebabkan flu biasa dan dapat juga mengakibatkan penyakit pernapasan yang lebih akut seperti SARS dan MERS. Virus seperti itu banyak terjadi pada manusia namun virus yang ditularkan dari kelelawar, unta dan hewan lainnya dapat menyebabkan sakit lebih parah.
Komisi Kesehatan Kota Wuhan mengatakan, 59 orang di kota pusat China telah dirawat akibat penyakit pernapasan sejak hari Minggu lalu. Tujuh di antaranya berada dalam keadaan kritis.
Kemungkinan kasus penyakit serupa juga dilaporkan terjadi di Hong Kong, Korea Selatan dan Taiwan karena perjalanan yang dilakukan ke Wuhan.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika mengeluarkan peringatan kesehatan bagi dokter yang merawat pasien penderita penyakit seperti pneumonia untuk melihat kemungkinan kaitan dengan wabah di China serta mengenakan masker dalam menangani pasien yang berpergian ke Wuhan.
Imbauan yang sama juga dikeluarkan oleh Kemenkes RI, yang menyebut masyarakat Indonesia yang sedang berada di China, termasuk Wuhan, Hongkong, dan Beijing, untuk menghindari daerah pasar ikan untuk menimalisir risiko penularan penyakit. (VOA Indonesia)
Baca Juga: Kenali Tahapan Penyakit Pneumonia, Penyebab Ayah Olga Lyda Meninggal
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah